Home / Franchise / 4 Syarat Memfranchisekan Usaha Laundry

4 Syarat Memfranchisekan Usaha Laundry

Pertumbuhan bisnis di segala bidang mengalami berbagai perubahan, peningkatan, pembentukan pekerjaan turunan dan berevolusi hingga menyentuh bidang lain. Tak terkecuali hospitality industries. Bisnis ini tak hanya sekitar rumah sakit, rumah makan atau perhotelan saja. Bisnis laundry merupakan salah satu bisnis di bidang ini yang terus mengalami perkembangan.

Bisnis laundy menjadi bisnis yang sangat menarik karena demand terus meningkat seiring berkembangnya gaya hidup dan kebutuhan akan kualitas waktu baik individual maupun institusional. Pebisnis laundry seakan berlomba untuk saling memperebutkan pelanggan yang tersebar di setiap sudut kota. Kemudian hal ini menciptakan persaingan yang tidak sederhana.

Persaingan bisnis laundry juga sebetulnya ditentukan oleh segmentasi dari customer itu sendiri. Untuk itu diperlukan lebih banyak konsentrasi agar dapat fokus mengcover masing-masing segmen pelanggan. Salah satunya adalah dengan membidik pasar professional dengan cara menciptakan sebuah konsep laundry yang integrated dan sistematik. Konsep ini dibuat berdasarkan budaya kerja yang dibakukan lalu disempurnakan. Setelah itu konsep tersebut diduplikasikan kepada orang lain dan terbentuklah sistem waralaba atau franchise.

Menciptakan sistem franchise memang tidak mudah. Untuk bisa mendapatkan sebuah budaya kerja yang bisa dibakukan dan diduplikasi itu tidak bisa instan. Meski sekarang sebuah SOP (Standart Operational Procedure) bisa dengan mudah didapatkan, tetapi sebuah SOP tidak serta-merta dapat berjalan dengan baik jika tidak bisa menjadi “jiwa” pada bisnis itu sendiri.
Setidaknya ada empat hal yang wajib dimiliki oleh sebuah sistem waralaba.

Syarat memfranchisekan usaha yang pertama adalah adanya Product Development.

Product Development adalah bagaimana kita mempersiapkan sebuah produk untuk dijadikan sebuah komoditi waralaba. Pengembangan produk ini meliputi berbagi hal diantaranya: keunikan produk, nilai jual, merek, logo, kebanggaan dan hal-hal lain seputar produk. Dalam hal mengembangkan sebuah merek, hal yang paling penting dalam Product Development adalah bagaimana mengkomunikasikan merek itu ke masyarakat. Sebagian orang hanya fokus pada pendaftaran atau melegalkan logo atau mereknya ke Departemen Kehakiman, sementara ia lupa bahwa merek itu harus dipropagandakan ke masyarakat.

Menciptakan logo merek itu harus lugas, tegas, mudah dimengerti, gampang diingat, mudah dibaca, memberi kebanggan pada pemakainya. Mendaftarkan merek, logo, hak cipta atau hak paten menjadi sebuah keharusan dalam pengembangan sistem waralaba. Hal ini untuk mengikat kepemilikan secara hukum atas penggunaan logo dan etiket produk itu sendiri.

Strategi marketing juga merupakan hal pokok dalam pengembangan sebuah produk. Divisi marketing dalam waralaba dibagi menjadi dua, yakni brand marketing dan franchise marketing. Divisi brand marketing adalah memasarkan si merek itu sendiri, sementara franchise marketing memiliki tugas pokok memasarkan konsep franchisenya. Pasar dari kedua divisi ini nyaris berbeda meskipun saling bersentuhan.

Syarat memfranchisekan usaha yang kedua adalah adanya Financial Planning.

Mengembangkan sebuah waralaba tak lepas dari hal ini. Sebuah konsep waralaba harus memiliki detail perencanaan finansial. Ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan uang, seperti; nilai paket franchise yang harus dibayar oleh franchisee, detail nilai paket mulai dari bahan, alat, commitment fee, freanchisee fee, biaya renovasi, royalty fee dll.
Syarat memfranchisekan usaha yang ketiga adalah adanya SOP.

SOP atau Standart Operasional Procedure sebetulnya merupakan nyawa dari sebuah konsep waralaba. Jika merek dan produk merupakan jasmaninya, SOP adalah rohaninya. Hampir seluruh kegiatan dalam sebuah bisnis waralaba itu dibakukan menjadi prosedur operasional yang distandarkan. Misal, sebuah outlet laundry ketika melayani pelanggan, apa yang dilakukan front office kepada pelanggan, perlakuan terhadap cucian, cara prewash, cara spotting, inventarisasi, pencucian sampai cucian itu kembali ke tangan pelanggan semua ada prosedurnya. Eskalasi komplain turut wajib masuk dalam SOP. Prosedur baku juga diterapkan untuk hal-hal di luar outlet. Misal, cara order bahan dari franchisee ke franchisor, cara bekerja sama dengan pihak ketiga dll.

Syarat memfranchisekan usaha yang keempat adalah adanya Agreement.

Sebuah konsep waralaba dinyatakan berhasil terjual manakala sudah terjadi agreement antara franchisor dengan franchisee. Agreement biasanya berbentuk kesepakatan kerjasama. Dalam kesepakatan tersebut tertuang hal-hal yang wajib dilakukan oleh kedua belah pihak seperti; kesepakatan menggunakan merek, penggunaan bahan baku, penggunaan alat, kerjasama dengan pihak ketiga, kesepakatan tentang franchise fee, tentang maintenance, training secara berkala, tentang kepailitan, tentang perselisihan, penyelesaian sebuah masalah sampai hal-hal yang berkaitan dengan kemungkinan bangkrut, tutup, penipuan dan force majeure.
Sanksi juga akan dikenakan kepada masing-masing pihak apabila melanggar kesepakatan atau melakukan tindakan yang merugikan pihak lain. Semua tertuang dalam agreement.
franchise
Itulah hal-hal yang perlu disiapkan ketika kita ingin membuat sebuah konsep waralaba. Lalu jika kita belum memiliki konsep tersebut namun ingin membangunnya, hal yang paling mendasar dilakukan adalah menyiapkan sebuah strategi pemasaran produk, memperbaiki pelayanan, membakukan budaya kerja positif menjadi sebuah prosedur lalu mengujinya. Sebuah usaha akan layak menjadi franschise ketika usahanya sudah berdiri lebih dari dua tahun dan setidaknya memiliki tiga cabang yang kesemuanya sudah menjadi profit centre bukan lagi cost centre.

Selamat berwirausaha, salam semangat.

Penulis: Anto Wiyono

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

reza-rahadian-tas-promosi-jogja

Produksi Laundry Bag Reza Terus Meningkat

Bisnis laundry terbukti merupakan bisnis yang dapat mengurangi pengangguran. Usaha ini dikenal dengan usaha yang ...

shares