Home / Franchise / Andi Tri Setiawan Bangun Kerajaan Bisnis Laundry

Andi Tri Setiawan Bangun Kerajaan Bisnis Laundry

Banyak pengusaha muda di Indonesia yang memiliki konsep unik dan strategi pemasaran yang jitu. Rata-rata para entrepreneur muda tersebut mengambil industri yang saat ini memang mempunyai pangsa pasar yang potensial seperti kuliner, teknologi atau usaha yang mainstream.  Tak banyak yang merambah bisnis hospitality seperti laundry. Namun, anak muda bernama Andi Tri Setiawan ini memilih terjun ke bisnis laundry. Kenapa?

Dengan prosentase yang masih di bawah dua persen, Indonesia masih kekurangan banyak pengusaha-pengusaha. Untuk menjadi bangsa yang kuat, Indonesia harus memiliki entrepreneur yang jumlahnya memadai. Beruntung, minat menjadi wirausaha terus meningkat dan menggembirakan.

Tetapi ada yang berbeda dengan Andi Tri Setiawan, anak muda yang baru berusia 22 tahun ini lebih memilih usaha laundry dibanding usaha lain seperti kuliner, teknologi, toko online atau semacamnya.

Sebagai mahasiswa yang aktif di kampus, Andi tak sempat mengurus sendiri pakaian-pakaian kotornya. Menitipkan jasa ke laundry adalah pilihan bijak mengingat biayanya lebih murah dan cukup bersahabat dengan kocek mahasiswa.

Namun sayangnya, dari berbagai macam laundry yang pernah ia coba, hasilnya tidaklah memuaskan. Padahal ekspektasinya terhadap penyedia jasa pencucian tersebut cukup tinggi. Hasil yang didapat dari laundry tersebut tidak sesuai yang diharapkan.

Berangkat dari rasa “kecewa” tersebut, Andi yang memang berjiwa bisnis mulai mencoba melirik bisnis laundry sebagai langkah awalnya. Ia sadar bahwa yang merasa tidak puas dengan hasil laundry-laundry ini bukan hanya dirinya, tapi juga banyak orang. Apalagi outlet-outlet laundry tersebut tidak pernah sepi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan laundry.

Dari situlah pada tahun 2014 Andi menelurkan ide Wonderwash, sebuah jasa laundry yang konsepnya tidak saja untuk mencuci pakaian tapi juga merawatnya. Ia tak ingin usaha yang dirintisnya ‘hanya’ menyediakan jasa cuci saja tetapi juga mengedepankan solusi. Ia tahu, semua orang membutuhkan solusi lebih dari kebutuhan pokok itu sendiri.

Awal Bisnis

Sebelum mendirikan Wonderwash, mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Brawijaya itu adalah pengusaha “Palu Gada” alias Apa Lu Mau Gua Ada. Ia pernah jualan pulsa, menjadi agen tiket pesawat, berdagang jersey bola, sampai mencoba berbagai macam payment gateway.

Namun usaha tersebut tidak bertahan lama karena ia hanya menjadikannya bisnis sampingan. Ia sadar, sesuatu yang dikerjakan setengah-setengah, hasilnya juga akan setengah-setengah. Untuk sukses dalam bisnis harus mendedikasikan seratus persen waktunya. Atas dasar itulah Andi memutuskan untuk fokus di bisnis laundry ini. Hal tersebut ia lakukan menjelang kelulusannya.

Pengusaha Visioner

Sebagai anak muda yang sudah malang melintang di dunia bisnis skala UKM, Andi berpikir jauh ke depan terhadap “bayi” Wonderwash. Menurutnya, pangsa pasar pengguna laundry masih sangat potensial. “Kami membuat pembeda atau differensiasi agar target konsumennya bisa membedakan antara Wonderwash dengan laundry lainnya,” ujar Andi. Konsep yang ia usung untuk Wonderwash diklaim sebagai pembeda dengan laundry lainnya.

Menurutnya, ada dua faktor yang mendorongnya terjun secara total di bisnis laundry ini. Pertama, karena laundry sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat urban. Hampir di setiap kompleks perumahan selalu ada jasa laundry.

“Kedua, saya melihat bahwa saat ini masyarakat bergerak cepat dan dinamis. Orang lebih suka akfititas penunjangnya diserahkan pada yang lebih ahli,” lanjutnya. Misalnya, selain laundry, ada bisnis cuci mobil yang juga menjadi tren. Ketimbang menghabiskan waktu mencuci sendiri, serahkan saja ke car wash. Di luar negeri, hal ini lumrah. Di Indonesia saya melihat tren ke arah sana sudah mulai terbentuk,” imbuhnya.

Ruang Produksi Wonderwash

Kompetisi

Selayaknya sebuah bisnis, industri laundry pun memiliki persaingan yang tidak kalah ketat. Andi yang memiliki pola pikir konseptual menganggap bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang memiliki positioning yang berbeda dan jelas di masyarakat. Sebagaimana produk sabun, ada sabun kesehatan ada pula sabun kecantikan.

“Di sini kreatifitas benar-benar menjadi aset yang berharga. Kita tidak ingin membangun laundry yang me too. Kita ingin Wonderwash memberikan layanan yang tidak diberikan oleh kompetitor. Untuk itulah dibutuhkan tim yang solid demi pelayanan yang prima,” katanya.

Berbicara tentang tim kerja, kemampuan Andi untuk memilih orang yang tepat di posisi yang tepat patut diacungi jempol. Tidak semua pengusaha muda mampu memetakan potensi orang-orang yang ada di bawahnya. Andi memiliki kemampuan “membaca” kompetensi bawahannya sehingga tak heran jika karyawan Wonderwash merupakan kumpulan sumberdaya berkualitas.

“Kalau salah memilih orang, kita bisa dilibas persaingan,” katanya.

Tentang persaingan, tambah Andi, saat ini kurang relevan mengingat pasarnya yang masih besar dan tingkat kebutuhannya yang tinggi. Asalkan berbeda dan berkualitas, maka bisnis laundry pasti akan tetap eksis dan tahan banting. Meski demikian, penetrasi pasar di Indonesia cukup ketat dan bersaing. “Being a purple cow!” kata Andi.Outlet Wonderwash Style Jl Cengkel Malang

Selain Wonderwash dan Washing Factory, Andi juga sedang mengembangkan sebuah aplikasi point of sale (POS) untuk laundry yang sudah didesain kompatibel dengan perangkat mobile. Aplikasi bernama Laundry Manager ini merupakan jawaban untuk kebutuhan pengusaha laundry dalam melakukan pencatatan administarsi, pembukuan, pengelolaan database pelanggan hingga melakukan rangkaian marketing. “Aplikasi tersebut kami buat agar pengusaha laundry semakin mudah dalam mengelola usahanya,” ujarnya.

Andi juga mempersiapkan sebuah usaha baru di bidang pembersihan dan perawatan gedung bernama Smart Clean. Bisnis tersebut sebagai salah satu ambisinya atas pemenuhan kebutuhan jasa perawatan rumah maupun gedung. Dengan konsep general cleaning, Smart Clean diharapkan bisa memberi solusi bagi para kliennya baik di perumahan maupun gedung dan ruang perkantoran. [anto]

baca artikel lain di majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

fajar mosta

Fajar Mosta: Jadi Pengusaha Jangan Gagal Fokus

MEA sudah datang, pengusaha Indonesia harus bersatu padu dan bahu membahu untuk saling membangun. Tidak ...

shares