Home / Strategi / Buka Cabang Sebaiknya Pakai Brand Yang Sama Atau Brand Baru?

Buka Cabang Sebaiknya Pakai Brand Yang Sama Atau Brand Baru?

Ilustrasi: Outlet Laundry Kirana Pekalongan

Ketika usaha laundry sudah mulai berjalan dan sudah mendapatkan pelanggan yang fix, tentu tak ada salahnya mengembangkan usaha tersebut. Memilih memperbesar outlet dengan menambah kapasitas produksi atau membuka cabang merupakan pilihan. Lalu bagaimana dengan brand di cabang baru nantinya? Pakai brand yang sama atau brand baru? Apa plus minusnya? Mari kita bahas.

Beberapa kali redaksi mendapatkan pesan singkat yang isinya konsultasi mengenai pengembangan usaha laundry. Salah satu pertanyaan yang membutuhkan sebuah riset adalah mengenai penggunaan merek baru saat membuka cabang atau justru mengembangkan merek yang sudah ada.

Ada beberapa pengusaha termasuk di bidang laundry, ketika membuka cabang ia memutuskan untuk menggunakan nama baru pada cabang tersebut. Ia memilih tidak menggunakan nama atau merek yang sudah ada. Tentu sah-sah saja menggunakan cara ini. Tetapi, pilihan itu juga mengandung plus minus.

Memilih brand baru untuk cabang usaha membutuhkan effort lebih banyak. Ia sama sekali harus memulai debutnya dari nol. Mulai dari memperkenalkan alamat, fitur layanan hingga hal-hal lain sebagaimana membuka usaha yang sama sekali baru.

Jika kita sudah memiliki usaha laundry yang sudah berjalan, boleh saja menggunakan merek baru untuk cabang usaha. Tetapi disarankan itu hanya untuk cabang yang memiliki segmen pasar berbeda. Atau memang penempatan outlet yang berdekatan dengan outlet yang sudah ada.

Cara tersebut berguna untuk melakukan battle in the market. Artinya, outlet kedua dengan merek baru tersebut “hanya” digunakan untuk perang di pasar yang sama. Dengan segmentasi yang sama, hal tersebut bisa saja terjadi.

Cara ini seperti yang digunakan oleh para pedagang pakaian di pasar-pasar tradisional. Dengan memiliki lapak lebih dari satu dan memakai nama berbeda-beda, ia berpeluang menjaring pembeli lebih banyak. Ketika pembeli gagal menawar di lapak yang satu, ia akan berpindah ke lapak yang lainnya, padahal  pemiliknya sama, dan kedua lapak tersebut berhadap-hadapan.

Membuka cabang laundry juga demikian. Bisa saja cabang usaha kita berdekatan dan menggunakan merek baru dengan segmen pasar yang sama. Gunanya untuk berebut pasar di lokasi yang sama. Namun, ini perlu diteliti juga apakah potensi pasar di tempat tersebut memang masih melimpah. Jika salah dalam strategi, bisa saja justru terjadi kanibalisme alias outlet yang satu memakan pelanggan outlet yang lain. Jika ini terjadi, maka secara value perusahaan tidak mendapatkan tambahan. Ini yang harus dihindari.

Lalu bagaimana dengan membuka cabang menggunakan brand yang sudah ada? Apa saja plus minusnya? Pilihan ini rasanya lebih baik. Membuka cabang dengan menggunakan brand yang sudah ada merupakan salah satu cara mengembangkan bisnis outlet.

Ketika outlet laundry kita sudah memiliki layanan standar yang baik, maka tingkat kepuasan pelanggan juga baik. Ini akan memunculkan referensi dari pelanggan existing. Dengan seperti itu, membuka cabang menggunakan brand yang sudah ada menjadi pilihan yang tepat.

Selain itu, ketika pelanggan mengetahui outlet kita sudah bercabang, maka ini akan menunjukkan bahwa usaha kita berkembang. Usaha yang berkembang menjadi bukti bahwa bisnis kita sehat. Tentu saja ini akan mendatangkan kebanggan bagi pelanggan, selanjutnya pelanggan akan semakin puas dan potensi pasar semakin banyak.

Bagi pebisnis yang ingin mengembangkan usahanya menjadi waralaba, penambahan jumlah outlet cabang dengan brand yang sama juga memberi poin tersendiri. Investor biasanya akan melihat seberapa sehat bisnisnya dan berapa cabang yang sudah dikelolanya.

Namun, bagi yang sedang dalam kondisi pengembangan, memilih brand yang sama untuk oulet cabang juga perlu kehati-hatian. Standar pelayanan juga harus diterapkan. Jangan sampai ada salah satu outlet yang membuat kesalahan dan berdampak pada penurunan volume omzet outlet yang lainnya.

Suatu ketika pernah terjadi di Kota Bandung. Ada sebuah outlet bakso yang terbukti menggunakan standar produksi yang tidak sehat, lalu hal tersebut diketahui oleh pelanggan, dalam sekejap informasi itu menyebar kemana-mana dan turut mematikan cabang-cabang yang lain dalam jaringan usaha bakso tersebut. Jangan sampai hal ini terjadi di bisnis laundry.

Jadi ketika ingin membuka cabang, ada dua pilihan. Menggunakan brand baru atau mengembangkan brand lama. Keduanya memiliki plus minus dan membutuhkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Anda sudah siap buka cabang?

beli majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

buat apa punya mentor

Buat Apa Punya Mentor?

Buat apa punya mentor? Pertanyaan itu mungkin sedikit frontal. Tapi sejatinya itu akan menjadi kunci ...

shares