Home / Tokoh / Edi Chandra, “Pahami Keinginan Pelanggan”

Edi Chandra, “Pahami Keinginan Pelanggan”

8 c

Untuk mengetahui perkembangan dunia bisnis, harus mengikuti tren serta informasi terbaru yang beredar. Termasuk dalam dunia laundry. Itulah yang disampaikan oleh Edi Chandra, pemilik Bozz Laundry kepada Tabloid Laundry belum lama ini.

Edi Chandra adalah salah satu contoh pengusaha yang terus belajar, mengupdate ilmu dan mencermati tren pasar yang sedang terjadi. Bahkan ia termasuk pengusaha laundry yang paham betul apa yang diinginkan oleh pelanggan.

Itulah sebabnya, usaha laundry yang ia rintis telah berkembang dengan berbagai layanan tambahan. Cuci karpet adalah salah satu layanan yang saat ini memiliki pasar yang semakin jelas. Demand jasa cuci karpet juga terus naik.

Suami dari Eni Yusnita ini juga melengkapi usahanya dengan cuci sofa, spring bed serta jok mobil. Ilmu yang ia dapatkan, salah satunya dari grup di jejaring sosial Facebook. Di grup yang mayoritas anggotanya pengusaha laundry itu, Edi Chandra menjadi salah satu admin.

Sepak terjang, kapabilitas serta pengalamannya berorganisasi juga telah mengantarkannya menjadi salah satu pengurus di Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI). Ia didaulat menjadi Wakil Ketua Umum. Menurut sumber dari ASLI, pelantikan penguruis DPP (Dewan Pengurus Pusat) ASLI akan dilakukan pada awal bulan Maret ini di Jakarta.

Memang tidak berlebihan jika Edi Chandra terpilih menjadi wakil ketua umum ASLI, pasalnya di kota asalnya Bukittingi, Edi Chandra juga telah bergabung dengan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Saat ini ia menjadi Ketua Bidang Ekonomi & Keuangan BPC HIPMI Kabupaten 50 Kota.

Edi Chandra memang terkenal memiliki beberapa unit usaha. Bukan hanya berkaitan dengan laundry. Ayah dua anak ini juga sedang mengembangkan sebuah bisnis kuliner. Nanbana adalah brand yang sedang ia bangun.

Nanbana merupakan merek kuliner untuk Chicken & Kebab. Dengan sistem kemitraan, paket usaha gerobakan itu kini telah berkembang. Setidaknya sudah ada tujuh outlet yang merupakan pengembangan dari sistem kemitraan yang ia jalankan.

Saat mengadakan training bagi mitra barunya, Edi Chandra tak segan untuk ikut memberi pelatihan praktek secara langsung. Ia ingin memberikan contoh secara langsung untuk memastikan dapat mentrasfer ilmu bagi mitra barunya.

Ketika ditanya mengenai strategi bisnisnya, Edi Chandra memberikan penjelasan panjang lebar. “Genjot omzet dengan cara promosi. Baik offline maupun online,” ujarnya. Ia yakin dengan strategi promosi yang gencar, omzet akan mengikuti. Apalagi, kini hampir semua pelanggan bisa dijangkau dengan cara online.

Ia juga menambahkan, perlunya peningkatan kualitas layanan secara bertahap. Untuk laundry bisa menambahkan layanan-layanan tambahan atau menaikkan standar pelayanan agar pelanggan semakin puas. “Ukuran kinerja kita itu ada di kepuasan pelanggan,” tambahnya.

Membentuk SDM yang solid juga menjadi perhatiannya. Ia menyebut, dengan SDM yang solid, satu visi dan satu misi maka pekerjaan semakin mudah, karyawan juga semakin mudah diajak kerjasama. Meskipun, menurutnya hal itu menjadi sesuatu yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Meski terbilang sukses dalam berwiraswasta, bukan berarti Edi Chandra tak pernah mengalami masalah dalam berbisnis. Berbagai rintangan pernah ia hadapi. Namun ada satu hal yang tak pernah bisa ia lupakan. “Saya pernah mengganti karpet milik pelanggan seharga Rp. 500.000 karena dicuri maling,” ujarnya sambil terkekeh.

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

fajar mosta

Fajar Mosta: Jadi Pengusaha Jangan Gagal Fokus

MEA sudah datang, pengusaha Indonesia harus bersatu padu dan bahu membahu untuk saling membangun. Tidak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares