Home / Marketing / Fajar Mosta: Jadi Pengusaha Jangan Gagal Fokus

Fajar Mosta: Jadi Pengusaha Jangan Gagal Fokus

MEA sudah datang, pengusaha Indonesia harus bersatu padu dan bahu membahu untuk saling membangun. Tidak ada yang menarik dari kemandirian yang kebablasan, bangun kebersamaan dalam kemandirian itu sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia tidak akan tergoyahkan oleh tantangan globalisasi dan tetap menjadi raja di negeri sendiri.

Itulah kalimat pembuka yang to the point dari Fajar Mosta kepada Tabloid Laundry dalam sebuah sesi wawancara. Pengusaha muda yang satu ini memang tidak memandang sebelah mata mengenai datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang telah digulirkan sejak akhir tahun kemarin.

Untuk menjadi pemenang di era MEA, pengusaha harus fokus pada core business-nya. Sebagai praktisi di bidang laundry, Fajar mengamati belakangan ini banyak pengusaha laundry yang mulai gagal fokus.

Banyak pengusaha laundry yang memproduksi kebutuhannya sendiri seperti deterjen, parfum dan sebagainya.

Menurut Fajar, nya hal itu sah-sah saja bagi kemandirian dan penguatan karakter seorang wirausaha. Tapi ia menegaskan, sebaiknya jika memang ingin memproduksi kebutuhannya sendiri, buat divisi usaha baru, jangan turun tangan sendiri.

“Akan tersita waktu dan fikiran untuk bisnis utama kita yaitu laundry jika semua kita yang mengerjakan. Fokus pada ekspansi bisnis laundrynya sebagai core-nya, habiskan waktu dengan menyusun strategy selling dan mengaplikasikannya,” ujarnya panjang lebar.

“Fokus itu penting, karena dengan fokus akan menghasilkan efisiensi dan produktifitas. Disinilah letak kekuatan visi, semakin jelas visi seorang pengusaha, semakin efisien dan produktif proses menjalankan bisnisnya,” ungkap Fajar.fajar mosta

Pemilik laundry waralaba Daun Laundry ini menekankan pentingnya “how to sell”. Sehingga pengusaha laundry harus benar-benar fokus menyusun strategi agar produk jasanya diterima masyarakat. Bukan hanya soal layanan. Dalam hal internal perusahaan juga sama.

“Standar operasional turut mengambil peranan penting. SOP harus dibuat dengan tegas dan jelas,” kata Fajar. Meskipun ia mengakui tak mudah mendapatkan SDM dengan skill dan mental yang baik dengan standar gaji yang tidak terlalu besar. Namun, ia menegaskan, karakter pengusaha turut mempengaruhi budaya kerja dalam perusahaan.

Ketika disinggung mengenai perjalanan bisnisnya, lulusan Lembaga Pendidikan David Klein ini mengisahkan saat awal-awal ia memulai usaha laundry. “Waktu itu pertengahan tahun 2012, pada saat laundry pertama saya dipersiapkan, hampir keseluruhan persiapan saya ikut mengerjakan,” kenangnya.

Mulai dari pemilihan pipa untuk instalasi air, paku, cat, pengawasan pembuatan meja, pemilihan mesin cuci, pengering, setrika dan keseluruhan accessories Fajar mengaku ikut terlibat. Hal itu ia lakukan agar ia paham betul dari A sampai Z tentang bisnis laundry.

“Gak disangka, dengan modal pinjaman dan mesin-mesin bekas, bisa balik modal dalam enam bulan,” ujarnya bangga. Kini berkat kegigihan serta keseriusannya di bisnis laundry, ia telah melahirkan lima outlet mitra Daun Laundry dalam bentuk kerjasama franchise.


Siapa Fajar Mosta ?

Selain bidang usaha laundry, Fajar Mosta juga terlibat dalam berbagai kegiatan baik sosial, hobi maupun bisnis. Terdapat beberapa lini bisnis yang sedang ia tekuni. “Dari semua bisnis saya, yang memiliki tantangan terbesar ada pada lembaga training, lembaga training ini tidak sekedar mengadakan acara seminar tetapi juga ada kegiatan “bootcamp” mulai dari anak-anak hingga dewasa,” kata Fajar.

Untuk anak-anak, lembaga yang ia kelola mengadakan pelatihan Character & Leadership Building Camp. Klien dari divisi ini kebanyakan sekolah internasional yang cenderung memiliki kesadaran bahwa karakter seorang anak merupakan hal yang sangat penting, sehingga menjadi salah satu prioritas program pendidikan sekolahnya.

Untuk kalangan dewasa, biasanya perusahaan besar yang rutin menjaga stabilitas kekompakan karyawan dan ingin selalu meningkatkan produktifitas dari waktu ke waktu.

“Tim dari divisi ini memiliki pengalaman sangat tinggi menghandle ratusan orang dalam satu kali event dan mendapatkan hasil yang diharapkan oleh klien,” ujarnya. Ia menambahkan, selepas mengikuti program tersebut, peserta cenderung memiliki sikap mental yang lebih baik, menghargai sekitar, memiliki simpati dan empati yang baik, berani menjadi inisiator setiap hal yang humanis, mampu memimpin dengan bijak dan lebih menghargai waktu.

“Kendala terbesar dari bisnis ini hampir sama dengan bisnis yang lain, timbulnya produk-produk baru yang memiliki konsep dan SDM yang prematur sehingga menjatuhkan harga pasar serta menurunkan value dari produk sejenis. Untuk tantangannya, pada divisi ini diharuskan mampu membuat manusia menjadi individu yang lebih baik dalam waktu singkat.

Selain bisnis laundry dan lembaga training, pendiri Yayasan Pintu Langit ini juga seorang pemusik. Kini ia memiliki sebuah studio rekaman. Berbekal pengalaman serta ilmu yang ia dapatkan, Fajar mendirikan usaha di bidang recording, audio consultant, rental sound system, sekolah audio dan sekolah DJ.

Pengalaman di bidang musik juga tak bisa dianggap remeh. Pria yang beberapa kali mendapatkan anugerah penghargaan di bidang wirausaha ini pernah menjadi manager band di bawah naungan Nagaswara Record. Ia juga pernah menjadi konsultan acara yang dihadiri presiden dan menteri pada tahun 2008.

 

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

pelanggan laundry kabur

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya Seorang pengusaha laundry mengirimkan pesan ke redaksi ...

shares