Home / Business / Inilah Ashari, Pencipta Mesin Laundry Kanaba Peraih SNI

Inilah Ashari, Pencipta Mesin Laundry Kanaba Peraih SNI

Berbisnis itu jangan hanya memikirikan diri sendiri. Berbisnis itu bukan hanya sekedar itung-itungan untung rugi. Berbisnis itu indikatornya bukan sekedar keuntungan, tapi nilai kemanfaatan bagi orang lain. Itulah, kalimat-kalimat sederhana, klasik dan terkesan biasa saja. Namun  ketika kalimat itu mendasari seseorang dalam menjalankan sebuah usaha, maka yang terjadi adalah semakin banyak orang yang berbahagia, terinspirasi, sejahtera dan merasakan manfaatnya.

Dialah Ashari atau lebih akrab dipanggil Hari. Hari adalah pemilik pabrik mesin-mesin laundry dengan merek KANABA. Majalah Laundry berkesempatan mengunjungi pabrik mesin tersebut serta berbincang dengan Ashari, pemiliknya. Awalnya kami mengira, merek KANABA adalah merek build up dari negeri sakura. “Orang Indonesia lebih suka dengan yang berbau luar negeri, baik Jepang atau Amerika. Mungkin merek KANABA, cenderung mirip dengan merek Jepang,” kata Hari mengawali obrolan dengan Majalah Laundry di rumahnya beberapa waktu lalu.

Selain memiliki pabrik mesin laundry, Hari adalah pemilik Universal Laundry, sebuah jaringan laundry dengan konsep modern yang melayani laundry kiloan, satuan, dry clean dan bahan jumbo lain seperti boneka, bed cover selimut hingga karpet.

Terjunnya Hari dalam bisnis laundry awalnya hanya kebetulan. Suatu ketika Hari sedang mengerjakan sebuah proyek pembangunan gedung. Saat itu ia memperhatikan di sekitar tempatnya bekerja terdapat beberapa outlet laundry. Selepas kerja ia mampir dan iseng bertanya-tanya ke outlet laundry di sekitar ia bekerja. Berharap, akan ada inspirasi dari kunjungannya tersebut.

Saat Hari menanyakan berapa lama cucian selesai dan bisa diambil, pengelola laundry tersebut menjawab tiga sampai empat hari. “Kok lama?” tanya Hari waktu itu. Si pelayan laundry menjawab, itu karena ia mengeringkan baju hanya menunggu matahari cerah, jika mendung atau hujan cucian akan lama keringnya.

Dari situ kemudian Hari berpikir, “Ini peluang,” gumamnya. Nalurinya sebagai seorang ahli teknik langsung melayang. “Saya harus berinovasi menciptakan alat untuk mengeringkan baju, tanpa menunggu sinar matahari,” ucapnya dalam hati.

Setelah melakukan uji coba dan merekayasa alat, jadilah dryer box.  Sebuah kotak dengan desain mirip almari, lengkap dengan gantungan-gantungan untuk mengeringkan pakaian. Di dalamnya dilengkapi pemanas dan blower berdaya listrik. Setelah ditawarkan kesana-kemari serta melakukan penyempurnaan dan getok tular, produk buatan Hari laku keras.

Namun Hari belum puas akan hasil karyanya. Setelah mempelajari seluk beluk mesin pengering pakaian, Hari berhasil menciptakan tumble dryer. Mesin pengering dengan putaran seperti yang kita lihat sehari-hari. Namun karya pertamanya tersebut memiliki kelemahan yakni pada ukurannya. “Terlalu besar, jadi kalau mau dimasukkan ke dalam workshop harus dibongkar dulu rumahnya,” ujarnya mengenang.

Lambat laun kerja keras Hari mendatangkan hasil, berbagai jenis mesin peralatan laundry ia ciptakan mulai dari tumble dryer, meja vacuum untuk setrika uap, peralatan setrika uap, roller ironer hingga spinner karpet.

Hari yang dulunya memproduksi alat-alat proyek pekerjaan umum seperti rambu lalu lintas, papan penunjuk jalan, alat pembuat marka jalan dan  traffic light itu kini lebih banyak membuat peralatan laundry. Fokusnya justru di alat-alat laundry untuk industri seperti hotel, rumah sakit atau garmen. Hari juga membuka laundry dengan nama Universal sebagai tempat untuk mengimplementasikan ilmu dan manajemen laundry sekaligus tempatnya untuk melakukan riset dan pengembangan.

PROSES PRODUKSI PABRIK MESIN LAUNDRY KANABA

Bukan hanya itu, Hari juga memiliki sebuah workshop dengan peralatan lengkap untuk standar laundry hotel dan rumah sakit. Mulai dari instalasi penyaringan air, pengerjaan sampai pengolahan air limbah tersedia lengkap. Investasi ratusan juta rupiah tersebut digunakannya sebagai tempat studi banding, sampel serta tempat untuk pelatihan.

KANABA diambil dari frase “Karya Anak Bantul”. Sekilas memang mirip kata dari negeri Jepang. Tetapi Ashari justru ingin merek yang ia usung benar-benar memiliki ciri khas kota kelahirannya, Bantul.

Kini, seiring berkembangnya produksi mesin KANABA, mesin-mesin buatan Ashari telah mengantongi sertifikat SNI. Dengan sertifikat tersebut, Ashari merasa lebih percaya diri. Selain itu, ia juga berharap pelanggan dan calon pelanggannya merasa nyaman. [anto]

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

workshop soekaer laundry sepatu

Manjakan Pelanggan, Arief Fatoni Vibrasikan Barbershop Dengan Cuci Sepatu

Jeli melihat peluang, pandai memanfaatkan momentum. Itulah gambaran sekilas sosok Muhammad Arief Fatoni, pemilik merek ...

shares