Home / Profile / Inilah H. Maryono Tarko dan Hj. Sairoh, Sosok Dibalik Merek Maomoto

Inilah H. Maryono Tarko dan Hj. Sairoh, Sosok Dibalik Merek Maomoto

Perjalanan hidup seseorang tak bisa ditebak, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi lima atau sepuluh tahun ke depan. Semua menjadi sebuah misteri yang terkadang tak mudah diterka. Meskipun, kita bisa merencanakan masa depan dengan melakukan hal-hal yang terrencana dan terpola. Seperti kisah sepasang tokoh berikut ini.

Bagi Anda yang mengenal produk Maomoto, inilah saatnya Anda mengenali sosok dibalik kesuksesan brand tersebut. Dia adalah H. Maryono Tarko, pria yang mengantarkan produk tersebut ke jajaran produk peralatan laundry dan garmen kelas nasional.

H. Maryono mengawali semua dari nol, bahkan jauh sebelumnya ia bukanlah praktisi atau pelaku bisnis laundry. Hj. Sairoh, sang istri bercerita mengenai perjalanan mereka hingga seperti sekarang ini.

“Berawal tahun 1985, kami menikah. Saat itu saya pelayan di sebuah Warteg dan Bapaknya (sang suami –red) bekerja serabutan di seputar teknik,” ujar Hj. Sairoh mengawali cerita. Saat itu, menurut Hj. Sairoh sang suami bekerja serabutan sebagai teknisi bajaj. Sang suami memiliki skill di bidang teknik sejak dulu.

Kemudian setelah menikah sang suami memberikan tawaran, mau tetap kerja di Warteg, kursus menjahit atau bantu-bantu suami berjualan spare part mesin jahit. Saat itu H. Maryono juga memiliki kecakapan bidang teknik mesin jahit. Lalu Hj. Sairoh memilih membantunya dalam urusan jual beli spare part dan servis mesin jahit.

Lalu dimulailah, mereka membuka kios kali lima di belakang pos polisi di kawasan Tanah Abang, Jakarta. H. Maryono keliling menawarkan jasa servis mesin jahit, sementara sang istri menjaga kios yang isinya spare part mesin jahit.

“Uang penglaris pertama yang saya dapatkan itu Rp. 200,- (dua ratus rupiah). Saat itu saya senang sekali,” kenang Hj. Sairoh. Saking senangnya, Hj. Sairoh menyimpan uang itu. Bahkan sampai sekarang. Ia berharap uang itu akan menjadi kisah di kemudian hari.

Namun, ada kisah menarik ketika itu. “Ada spare part yang harga kulaknya Rp. 185,- tapi saya jual Rp. 110,- karena saya belum tahu barang itu namanya apa, saya pakai feeling saja ngasih harganya, ternyata salah,” ujar Hj. Sairoh. Bahkan selama berhari-hari Hj. Sairoh menyesali hal itu, sampai-sampai ia berpikir bahwa ia tak pandai berdagang.

Kemudian ia terus belajar, sang suami yang sabar membuatnya semakin menguasai pekerjaan. Sementara itu, usaha mereka juga semakin membaik. Hal itu kemudian membuat relasi H. Maryono memberikan kepercayaan kepadanya. “Dulu Bapaknya kalau kulakan ke Tanjung Priuk sekali angkut pakai motor trail bisa muat sampai 15 mesin jahit dan itu semuanya ngebon, kalau laku baru bayar,” kata Hj. Sairoh bangga.

Namun, Hj. Sairoh memiliki cara lain, sebelum barang-barang tersebut laku, ia sudah mulai mencicil hingga lunas. Dari keuntungan yang ia sisihkan dan ditambah uang jasa servis mesin, ia kumpulkan. “Saya takut berhutang, Mas,” katanya. Hal tersebutlah yang kemudian membuat stok di kiosnya bertambah dan praktis menjadi miliki sendiri, aset pribadi.

Gudang Maomoto
Gudang stok Maomoto

Demi hal itu, mereka harus berhemat. Uang yang mereka sisihkan untuk pribadi hanya uang untuk makan dan biaya kos. Keuntungan yang mereka dapatkan selalu diinvestasikan dalam bentuk barang dagangan.

Hj. Sairoh juga tidak tinggal diam di kios, melihat sang suami sering mengerjakan servisan mesin jahit di kios, Hj. Sairoh berkeinginan belajar. Dia yakin bisa membantu suami dalam hal servis mesin, namun niat tersebut keburu diurungkan karena mulai hamil anak pertama. “Padahal saya pengin jadi teknisi, kan kalau ada teknisi perempuan, gaya tuh,” kelakarnya.

toko mesin jahit UD Maryono
Toko Mesin Jahit UD Maryono di Tanah Abang

Lambat laun, usaha mereka membesar dan mulai menyentuh bidang yang lebih luas termasuk menyediakan peralatan garmen seperti setrika uap, meja vacuum dan mesin pengering. Lalu, mulailah H. Maryono membuka usaha produksi peralatan tersebut di Kudus, Jawa Tengah hingga tahun 1994. Setelah itu dipindahkan ke Jakarta lagi di kawasan Kali Banjir Kanal Timur. Namun, karena terkena proyek normalisasi sungai, lahan yang mereka tempati terkena gusuran. Setelah itu H. Maryono membuka workshopnya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat sampai sekarang.

UD Maryono
Toko Maryono T di Tanah Abang

Waktu terus berjalan, H. Maryono Tarko dan Hj. Sairoh dikaruniai enam orang anak, Aris Fatmawati, Surya Winata, Reece Mawahyuningsih, Ketty Murtyaningsih, Ratih Poncokurniasari dan Ii Luas Alam Bahwono. Usaha merekapun sudah  membesar dan cukup dikenal.

Hj. Sairoh
Hj. Sairoh bersama kedua anaknya Aris Fatmawati (kiri) dan Ketty Murtyaningsih (kanan)

Saat ini UD Maryono Group memiliki toko mesin jahit Toko  Maryono, Toko Sumber Rejeki yang dikelola oleh Ketty, sebuah tempat jasa bordir dan plisket serta workshop mesin di kawasan Sentul, Bogor. Tak hanya itu, salah satu anaknya bernama Surya Winata membuka sebuah toko di Pasar Tanah Abang. Sementara Aris Fatmawati lebih tertarik di bidang kuliner dan laundry. Argya Laundry adalah laundry miliknya.

Jumlah karyawan di H. Maryono group saat ini mencapai kurang lebih 70 orang yang tersebar di sejumlah usaha tersebut. Dalam memberikan layanan kepada karyawan, Hj. Sairoh memiliki cara tersendiri. “Dulu tahun 1997 saat mulai usaha bordir berdiri, semua karyawan itu dari Demak. Mulai dari mandor sampai karyawan mereka semua satu daerah, jadi kalau pas Lebaran, kami menyewa sebuah bus untuk mudik bareng,” ujar Hj. Sairoh.

Namun karena kini sudah bercampur dari berbagai daerah, tradisi mudik bareng mulai ditiadakan, tetapi Hj. Sairoh tetap memberikan ongkos mereka mudik ke kampung halaman, sementara bagi mereka yang kembali bekerja setelah lebaran, ongkos ke Jakartanya diganti.

mesin bordir UD Maryono
Mesin bordir UM Maryono

Karyawan juga diberikan mess khusus, disediakan peralatan memasak dan bagi pekerja shift malam disediakan kopi dan mie instan sebagai penghangat tubuh. Bagi yang sudah berkeluarga, Hj. Sairoh memberikan kamar khusus.

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

sri derin salihah

Sri Derin Salihah Selalu Tenang Hadapi Kompleksitas Usaha Laundry

Membangun sebuah bisnis hingga menjadi besar memang terlihat menyenangkan. Namun terkadang, orang lain hanya lihat ...

shares