Home / Franchise / Inilah Terobosan Franchise Laundry Ala Dedy Kushendriyatno

Inilah Terobosan Franchise Laundry Ala Dedy Kushendriyatno

Pertumbuhan hospitality industries di Indonesia terbilang cukup menggembirakan. Berbisnis di bidang ini dalam beberapa tahun terakhir merupakan pilihan yang cukup baik. Bisnis laundry merupakan bagian dari industri ini. Dalam satu dekade terakhir, evolusi bisnis laundry terlihat sangat jelas.

Usaha laundry berkembang dari mulai hanya sekedar bisnis cucian, kemudian berbasis kiloan, hingga dibentuk dalam sebuah usaha dengan format franchise. Franchise, baik di bidang laundry maupun bidang lain sedang dalam posisi yang sangat mapan. Namun dalam perkembangannya, tak sedikit pelaku franchise yang gulung tikar, putus hubungan hingga benar-benar bangkrut. Usut punya usut, ternyata mereka lemah dalam hal manajemen, terutama pada pihak franchisee. Meski tak jarang, kondisi tersebut dibebankan pada pihak franchisor dan dianggap sebagai penyebabnya. Ini bukan hanya terjadi di bisnis franchise laundry, karena terjadi hampir di bisnis franchise apapun.

Hal tersebut membuat banyak orang memutar otak guna mencari solusi dan inovasi agar bisnis franchise menjadi pilihan yang tepat bagi para investor. Adalah Dedy Kushendriyatno, pemilik FR3SH Laundry yang mulai mengembangkan  konsep yang berbeda dalam bisnis laundry. Ia menyebut konsep tersebut dengan franchise laundry property.

“Jadi intinya begini, saya membuka outlet laundry, set up, running setidaknya enam bulan, setelah pasar terbentuk, pelanggan sudah dapat lalu kita jual,” ujarnya mengawali obrolan dengan Tabloid Laundry di salah satu gerainya di Jl. Kledokan Raya No. 2 Catur Tunggal, Jogjakarta belum lama ini.

Dedy mengatakan, hal ini dilakukannya agar terjalin hubungan yang sehat antara franchisor dengan franchisee. Menurut dia, selama ini banyak penyedia  paket franchise atau Business Opportunity (BO) yang menyediakan paket usaha dengan dukungan yang minim. “Mereka hanya mengejar transaksi di awal, mengambil keuntungan bahan baku atau royalty fee tapi tidak bisa menjamin apakah paket usaha yang ditawarkan akan bisa profit taking,” ujarnya.

DEDY KUS DAN ISTRI

Investor, menurut Dedy juga harap-harap cemas dengan konsep franchise yang minim dukungan. Untuk itulah, dia berharap dengan konsep yang dikembangkan, franchisee bisa melihat dulu apakah outlet yang ditawarkan tersebut sudah benar-benar bisa taking profit atau belum. Sehingga dalam menentukan keputusan investasi, calon franchisee sudah bisa berhitung dengan melihat omzet yang sudah berjalan.

Gayung bersambut, konsep franchise laundry property yang dikembangkan Dedy mendapat sambutan yang luar biasa. Beberapa outletnya menjadi rebutan investor. Bahkan banyak investor yang menyodorkan uang panjar kepadanya ketika melihat timnya sedang membangun outlet baru. Namun, Dedy menolak uang panjar tersebut karena ia ingin outlet tersebut berjalan setidaknya enam bulan dan running well baru dilepas.

Lalu, dari mana ia mendapatkan investor tersebut? “Saya menciptakan market, Mas. Saya mengembangkan jaringan orang-orang yang memiliki potensial dan kami memberikan edukasi tentang konsep yang kami kembangkan,” kata Dedy. Ia menambahkan, pasar yang telah ia bentuk cocok dengan konsepnya. Bahkan, ada salah satu franchisee FR3SH Laundry yang memiliki hingga empat outlet.

Semua itu  tak lepas dari tangan dingin Dedy yang memang sudah total berkecimpung di bisnis laundry. Selama berbisnis laundry, Dedy tak pernah berhenti berinovasi demi menciptakan pasar, jaringan pengusaha dan memberikan evolusi yang positif dalam bidang usaha laundry.

Delapan tahun mengembangkan usaha laundry, Dedy mengaku melihat banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pengusaha laundry. “Misalnya SOP. Masih banyak para pengusaha laundry yang meninggalkan itu. Mereka merasa nyaman dengan apa yang merka jalankan sehari-hari,” ujar Dedy. Padahal, menurut Dedy mereka itu sedang terbelenggu dengan masalah pengembangan bisnis. “Mereka masih sibuk mencuci, menyeterika bahkan antar jemput sendiri. Padahal jika menggunakan SOP yang benar, sistem akan menjalankan sendiri bisnis itu, sementara ownernya bisa melakukan hal yang lain,” sambungnya.

OUTLET FR3SH r

Bukan hanya itu. Kurangnya strategi dasar dalam berbisnis juga menyebabkan banyak pengusaha laundry yang berjalan di tempat bahkan menutup usahanya. “Kalau saya melihat, banyak pengusaha laundry yang melupakan strategi Five-P Marketing,” cetus Dedy. Five-P Marketing yang dimaksud adalah Product, Price, Place, Promotion dan People.

“Jadi terkadang hanya karena salah segmen pasar, seorang pengusaha kesulitan mengembangkan bisnisnya. Segmen pasar sangat berkait erat dengan  Place dan People. Menentukan segmen pasar atau people harus didukung dengan lokasi atau place yang memadai,” imbuh Dedy.

Dalam hal cashflow atau arus kas juga demikian. Menurut Dedy, tidak sedikit pengusaha laundry yang gagal dalam hal cashflow ini. “Saya lihat banyak yang menjual jasa laundry dengan harga murah. Padahal dengan menjual murah, arus kas perusahaan dipastikan tidak sehat,” katanya. Idealnya, menurut Dedy, keuntungan bisnis laundry bisa didapat di angka 40%. Rincian pengeluarannya adalah 10% untuk properti, 20% untuk SDM, listrik dan gas 10%, 10% untuk chmeical, 5% untuk maintenance dan penyusutan dan 5% untuk sosial.

Namun sayangnya, kata Dedy, banyak pengusaha laundry yang menjual jasanya dengan harga murah, sehingga cashflow menjadi tidak sehat.  Hal itu kemudian membuat sebagian pengusaha laundry kesulitan berkembang, mereka justru sibuk dengan hal-hal dasar dan teknis. Dedy mengatakan, pengusaha seperti itu belum bisa disebut entrepreneur, “tapi mereka itu sekedar mencari nafkah,” pungkasnya. [anto]

baca artikel lain di majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

tips pengembangan usaha laundry

Tips Ringan Cara Mengembangkan Usaha Laundry

Pada dasarnya tidak ada rumus atau tips khusus untuk meningkatkan penjualan atau omzet. Tidak ada ...

shares