Home / Peluang Usaha / Kholid Anwar Hidayat Fokus Laundry Pesantren

Kholid Anwar Hidayat Fokus Laundry Pesantren

Seiring bertumbuhnya perekonomian, gaya hidup dan kebutuhan masyarakat, demand atas layanan laundry terus meningkat. Tentu saja hal tersebut membutuhkan kecakapan dan kesiapan pengusaha laundry untuk menangkap peluang.Hal tersebutlah yang disadari oleh Kholid Anwar Hidayat dan Sari Rosmawati, pasangan pengusaha pemilik Sari Rose Laundry yang berada di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Dengan berbekal tekad yang kuat, kini usaha laundry mereka terus berkembang.

Kisah terjunnya Kholid ke dunia laundry dimulai pada Juli 2014. “Awal mulanya hanya melayani satu kelas santri sebanyak 34 orang di Pesantren Rahmaniyah Depok,” kata Kholid memulai cerita. Dari situlah ia merintis usaha yang benar-benar baru baginya. “Awalnya hanya iseng saja, sih,” ujarnya.

Namun tak disangka, isengnya tersebut kemudian berbuah manis. Baru dua bulan merintis usaha laundry untuk pesantren, justru para tetangga kemudian ikut menitipkan pakaiannya. Praktis, load pekerjaan laundrynya terus bertambah.

Lalu Kholid memutuskan untuk menyewa toko berukuran 3 x 10 meter. Namun lagi-lagi, ia harus mencari lokasi yang lebih besar. Baru tiga bulan ditempati, ia merasa lokasi tersebut sudah tidak efektif lagi dan harus segera pindah.

Kemudian ia mencari lokasi yang lebih luas. Setelah dapat, ia mulai berpikir profesional. Dengan didukung sang istri, Kholid mulai mengembangkan sistem profesional. “Management mulai dibenahi, proses bisnis mulai ditata dan menambahkan beberapa layanan pendukung termasuk full delivery service,” paparnya.

Maret 2015 Kholid mulai membangun sebuah manajemen untuk laundry yang lebih profesional. Lalu, dibentuklah Sari Rose Management.  Tim kecil ini fokus membawahi beberapa divisi seperti Sari Rose 1 yang fokus ke guest laundry, Sari Rose 2 untuk cuci karpet terpadu, Sari Rose 3 untuk layanan laundry salon dan spa, Sari Rose Mart untuk divisi penjualan perlengkapan laundry serta konsultasi dan kerjasama pengelolaan laundry pesantren.

Demi meningkatkan produktifitas, Kholid yang saat itu berprofesi sebagai Kepala Sekolah SMP IT Rahmaniyah Bogor, berpikir untuk fokus. Kemudian ia memberanikan diri resign pada Juli 2015. “Cukuplah saya menjadi kepala sekolah satu periode. Lalu saya melihat peluang dan saya siapkan tim, lalu action,” ujar Kholid yang saat itu menjadi kepala sekolah termuda di Bogor.

Sambil berperibahasa, ia menambahkan, lebih baik menjadi kepala ikan teri daripada ekor ikan kakap. Ia juga ingin mendedikasikan diri untuk fokus di laundry pesantren. “Saya ingin membantu pesantren-pesantren yang mempunyai permasalahan dalam mengawali, mengelola, dan mengembangkan laundry pesantren, karena basic saya dari pesantren, maka dari pesantren untuk pesantren,” imbuhnya.

Kini Sari Rose Management telah memiliki tiga outlet dengan sedikitnya 12 karyawan. Demi terus mengupdate ilmu seputar laundry, manajemen Sari Rose selalu mengikuti perkembangan yang ada di dunia laundry.

Seperti ketika digelar Expo Laundry awal bulan lalu, Sari Rosmawati juga turut hadir dalam seminar laundry profesional yang diadakan oleh Asosiasi Laundry Indonesia. Ia ingin menambah wawasan dan ilmu agar usaha yang digelutinya menjadi profesional dan berkembang.

“Ada banyak manfaat saya mengikuti seminar. Saya bisa menambah jaringan bisnis dengan bersilaturahmi, mengenal ilmu baru baik yang teoritis maupun praktis dan saya juga berkesempatan bertemu dengan para pengusaha laundry yang telah sukses. Ini sangat membantu saya meningkatkan mood dalam berbisnis laundry,” ujar Sari.

Selain itu, lanjut Sari, dengan mengunjungi pameran ia mengenal lebih banyak tentang mesin dan teknologi laundry yang ada di luaran sana. “ Saya semakin bersemangat untuk terus berinovasi dan berbagi dengan orang lain,” imbuhnya.

Tak puas hanya belajar sendiri, Sari lantas mengundang salah satu pemateri seminar, Icang Sukmana ke workshop laundry miliknya. Di sana, Icang Sukmana diminta memberikan training in house untuk karyawan seputar penanganan dan prosedur laundry profesional.

training sari rose

“Kami ingin mengaplikasikan langsung lewat praktek dengan karyawan. Materi yang diajarkan di seminar harus diterima langsung oleh karyawan sehingga transfer ilmunya lebih baik,” ujar Sari.

Ibu dari Muhammad Syafiq Hidayat dan Himmah Aliyah Hidayat tersebut menambahkan, dengan mengundang trainer ke outlet laundry, ia dapat memberikan motivasi kepada karyawan bahwa ada jenjang profesionalisme yang akan didapatkan apabila kita berkecimpung serius di dunia laundry.

Ia juga berharap karyawan Sari Rose Laundry dapat bersaing dengan kualitas terbaik terutama untuk laundry satuan. Ke depan, ia ingin memiliki layanan laundry satuan profesional dengan pegawai yang lebih terampil.

Meski begitu, perempuan yang sebelumnya menjadi pengajar di SMPIT Rahmaniyah Depok tersebut juga menambahkan, usaha laundry bukan tanpa kendala. Sama halnya dengan bisnis lain, usaha laundry juga sarat dengan berbagai macam kesulitan terutama seputar sumber daya manusia.sari rose

“Sering terdapat pegawai yang high potential low motivation. Banyak pegawai yang hanya sekedar bekerja, tanpa mau belajar. Ini berkait erat dengan loyalitas,” kata Sari. Kendala lain, lanjut Sari, belum terciptanya standarisasi antara potensi dengan kompetensi. Belum lagi masalah pelanggan, masih diperlukan edukasi mengenai layanan dan kualitas laundry yang disajikan oleh Sari Rose Laundry.

Untuk hal tersebut, Sari berbagi tips. “Terus belajar, belajar dan belajar hingga kita mampu meningkatkan kulaitas kelilmuan kita dan pegawai kita,” tuturnya. Lebih lanjut Sari menekankan perlunya menjemput ilmu kepada orang yang lebih ahli. Terakhir, Sari menggarisbawahi pentingnya silaturahmi dan memperbanyak jaringan bisnis.

Klasifikasi Member ASLI

Ketika disinggung mengenai organisasi, Kholid yang saat ini diangkat sebagai Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pengembangan SDM di Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) menegaskan program kerjanya.

“Sebagai salah satu pengurus DPP ASLI tentunya saya akan mendukung dan melaksanakan setiap program kerja yang sudah dirumuskan dalam Rakernas ASLI. Melakukan standarisasi member dengan seleksi oleh tim sertifikasi adalah target kami, sehingga nantinya laundry-laundry member ASLI memiliki klasifikasi sesuai dengan kualitas dan kapasitasnya,” ujar Kholid.

Dengan cara itu, ia berharap ASLI dapat memberikan manfaat berupa jalan rekomendasi jika suatu saat ada mitra atau klien yang membutuhkan jasa laundry. ASLI bisa merekomendasikan laundry-laundry yang menjadi anggota ASLI sesuai dengan kapasitas dan dan klasifikasinya.

baca artikel lain di majalah laundry

Sponsored

Expo Laundry 2018

Baca Juga

Jangan lupa share :)

Ada komentar?

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

BONGKAR PELUANG BISNIS CUCI SEPATU

Peluang Bisnis Cuci Sepatu, Tas dan Helm

Peluang Bisnis Cuci Sepatu, Tas dan Helm Bisnis Laundry terus berkembang. Pertumbuhan industri ini seiring ...

shares