Home / Komunitas / Laundry Berbintang Seperti Hotel? Kenapa Tidak

Laundry Berbintang Seperti Hotel? Kenapa Tidak

FR3SH Laundry Jogjakarta

Seperti kita ketahui, hotel-hotel yang berada di sekitar kita memiliki klasifikasi tertentu sebagai bentuk nilai atas kualitas dan standar layanan yang diberikan. Klasifikasi tersebut dibentuk dengan menyematkan jumlah bintang, seperti hotel bintang satu, bintang tiga atau bintang lima. Tentu saja, semakin banyak bintang semakin bagus layanan dan kualitasnya. Pelanggan atau pengunjung tentu bisa memperkirakan kualitas layanan dan standar biaya menginap yang harus dikeluarkannya. Tetapi di bawah kelas yang berbintang tersebut, terdapat hotel melati dengan kelas yang jauh di bawah hotel berbintang.

Pemberian predikat bintang tersebut bukan hal yang asal-asalan. Pengelola hotel tidak bisa dengan serta-merta memberikan sendiri predikat bintang pada hotel yang mereka kelola. Lalu siapa yang menyematkan jumlah bintang ? Apa syaratnya?

Predikat bintang yang diberikan kepada hotel-hotel di Indonesia dilakukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). PHRI membentuk tim yang bertugas memberikan penilaian. Tim ini beranggotakan orang dari pemerintah daerah dan dari PHRI sendiri. Atau tim yang dibentuk oleh PHRI dengan materi penilaian yang dimintakan pendapat pemerintah daerah setempat.

Tim ini kemudian memberikan penilaian dengan cara menginventarisir mulai dari fasilitas, standar layanan, kualitas bangunan serta tingkat kepuasan konsumen. Setelah semua parameter dipenuhi, tim akan memberikan predikat kepada hotel yang bersangkutan.

Lalu, apakah outlet laundry juga bisa diberlakukan cara seperti itu? Sangat bisa. Melihat semakin menjamurnya outlet laundry tentu saja memunculkan tingkat persaingan yang tidak sederhana. Masing-masing laundry berusaha memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya dari potensi pasar yang ada. Sebagian berusaha meningkatkan standar layanan, sebagian dengan cara perang harga, sebagian lagi malah fokus pada efisiensi dan sebagian ada yang pasrah dengan kondisi apa adanya.

FR3SH Laundry Jogjakarta
FR3SH Laundry Jogjakarta

Bagi mereka yang berhasil meningkatkan kualitas layanan, maka potensi peningkatan volume akan mengikuti. Siapapun yang berhasil menaikkan tingkat kepuasan, maka bisa dipastikan omzetnya pasti naik juga.

Nah, peningkatan kualitas dan kepuasan konsumen itu bisa “dikukuhkan” dengan cara memberikan predikat bintang pada laundry tersebut. Tujuannya adalah agar konsumen semakin yakin dan mantap untuk menjadi pelanggan tetap. Di satu sisi, hal ini akan berpotensi memenangkan persaingan.

Pengelola laundry juga semakin percaya diri dengan bintang yang dimilikinya. Segmen pelanggan juga semakin jelas. Tinggal mengatur harga jual saja. Di sini bisa digunakan sebagai strategi marketing. Misal “Laundry Bintang Lima Harga Kaki Lima”.  Laundry yang tidak mengikuti program pemeringkatan ini akan berjuang keras dan bukan tidak mungkin jika cost yang dikeluarkan tidak sepadan dengan profit, maka potensi untuk tutup bisa datang.

Namun bukan berarti laundry yang berbintang juga boleh berleha-leha dengan peringkatnya. Tidak. Mereka juga harus tetap mempertahankan bintang dengan kualitas dan tingkat kepuasan pelanggan yang sepadan. Karena bukan tidak mungkin suatu saat terjadi degradasi peringkat karena standar layananannya menurun. Justru bintang yang ia miliki harus dijadikan amunisi sebagai modal memenangkan persaingan.

Bahkan sangat memungkinkan bintang yang disandangnya bisa menarik minat investor untuk membeli sistem manajemen laundrynya dengan cara waralaba.  Sehingga potensi yang dihasilkan oleh predikat bintang itu bukan hanya sekedar untuk meningkatkan omzet, tetapi bisa lebih jauh berkaitan dengan investasi dan ekspansi bisnis.

Lalu, apa saja parameter yang bisa digunakan sebagai bahan penilaian laundry berbintang? Bisa bermacam-macam. Ruangan laundry berAC, desain fasad berstandar, layanan antar jemput, SOP yang jelas dan ketat, kualitas deterjen bagus, cepat dalam layanan, cucian bersih, usia bisnis, jumlah cabang dan tingkat kepuasan konsumen  bisa dijadikan acuan atau parameter untuk pemeringkatan sebuah outlet laundry.

Kemudian siapa lembaga atau tim pemeringkatnya? Program pemeringkatan outlet laundry berbintang bisa dilakukan oleh asosiasi atau perhimpunan resmi yang menaungi outlet laundry yang bersangkutan. Tentunya hal ini perlu dikonsultasikan dengan lembaga pemerintah terkait, misal Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan atau dinas terkait lainnya. Pihak pemeringkat juga harus membuat aturan baku dan standar yang jelas mengani parameter dan klasifikasi bagi masing-masing outlet laundry yang mengikuti program pemeringkatan. [anto]

baca artikel lain di majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

seminar-dan-woirkshop-laundry

Usaha Laundry Ingin Maju? Ikuti Acara Ini

Mau usaha laundry maju? Ikuti acara ini! ASOSIASI LAUNDRY INDONESIA (ASLI) kembali menggelar event besar ...

shares