Home / Strategi / Linda Purnawati, “Karyawan Adalah Keluarga”

Linda Purnawati, “Karyawan Adalah Keluarga”

Karyawan adalah keluarga. Istilah tersebut cukup  bagus, namun tidak semua pengusaha bisa menerapkan hal itu. Banyak pengusaha yang memiliki “jarak” dengan karyawannya. Padahal dengan menganggap karyawan sebagai keluarga, maka produktifitas tentunya akan meningkat. Hal itu pulalah yang dilakukan oleh Linda Purnawati dan Lianto Wijaya.

Pasangan suami istri pemilik D2C Laundry Surabaya ini sejak awal sudah menganggap karyawan sebagai keluarga. Mereka melakukan hal itu karena tak ingin terjadi gap antara mereka dan para pekerja. Mereka menganggap pekerja seperti anak-anak mereka yang membutuhkan perlindungan, perhatian, bimbingan dan tempat untuk bersandar.

Tak bisa dipungkiri, hal tersebut kemudian menjadikan karyawannya memiliki integritas yang cukup dalam pekerjaan. Selain itu, karyawan juga merasa dihargai, mendapatkan pengakuan, menjadi mahir dan merasa aman dalam bekerja.

“Karyawan harus ikut merasakan memperjuangkan kemajuan bisnis karena akan berimbas pada kesejahteran karyawan juga,” ujar Linda. Menurutnya, hal tersebut hanya akan terjadi jika ada komunikasi dan hubungan yang erat antara karyawan dan pemilik. Karyawan merupakan keluarga, sehingga pemilik yang berperan sebagai orang tua di lingkungan kerja memiliki tugas untuk mendidik, membuatnya terampil dan sejahtera.

Linda juga menambahkan, karyawan harus dipelihara. Bukan hanya sekedar gaji atau makan, tetapi kebutuhan dasar lain seperti pengakuan, kebutuhan untuk belajar, merasa dihargai, diberi kejutan, didengarkan dan lain-lain.

Karyan D2C Laundry

Untuk itu, Linda dan suami melakukan hal-hal yang mungkin jarang terjadi di laundry lain. “Setiap karyawan ada yang ulang tahun, mereka merayakannya di sini. Seru-seruan. Bahkan terkadang keluarga mereka tak tahu kalau dia ulang tahun, kami punya program itu. Setiap karyawan yang ulang tahun ya kami rayakan bersama di sini,” terang Linda.

“Itu hanya contoh kecil,” kata Lianto menambahkan. Menurut Lianto ada hal-hal lain yang menjadi program rutin di D2C Laundry. Kami memberikan training kepada mereka secara reguler. Bukan hanya karyawan baru, karyawan lama juga selalu direfresh dengan cara training. Training juga diadakan ketika ada sesuatu hal yang perlu diupdate.

Supaya semua belajar, pemateri training bukan hanya dilakukan oleh Lianto dan Linda namun juga giliran oleh karyawan yang senior. Hal ini dimaksudkan agar semua karyawan memiliki integritas dan belajar dalam sebuah perusahaan.

“Jadi semua terlibat dalam perkembangan bisnis. Itu kami sebut sebagai employee engagement. Mereka harus terlibat supaya merasa memiliki bisnis ini. Dengan begitu, mereka akan terus belajar dan mudah bekerjasama,” sambung Lianto.

Sementara itu mengenai gaji, Linda menyebut gaji karyawan adalah standar UMR. Bagi karyawan yang sudah memenuhi syarat, akan diberikan THR sebesar satu bulan gaji.

Melayani Pelanggan Dengan Ramah

Setahun sekali, manajemen D2C Laundry juga mengadakan  acara seru untuk karyawannya. “Kami mengadakan acara di hotel berbintang. Kami sewakan kamar untuk menginap lalu membuat acara kecil. Kami memberikan game-game seru dan ada acara recognition di panggung hall yang kami sewa,” terang Linda.

Dalam acara tersebut, karyawan yang sudah memiliki keluarga diperbolehkan mengajak serta keluarganya. Saat acara recognition, karyawan yang berprestasi akan mendapatkan award. “Ini untuk memberikan mereka pengakuan dan penghargaan. Mereka akan bangga bukan hanya di perusahaan tapi juga di depan keluarga mereka, jadi keluarga mereka ikut bangga,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, setiap tahun D2C Laundry akan menyisihkan satu persen dari omzet setahun guna diberikan kepada orang-orang tertentu. “Biasanya kami turun ke jalan-jalan dan memberikan bingkisan kepada orang-orang yang tetap bekerja meski hari libur Tahun Baru seperti penyapu jalan dan penarik becak,” kata Linda.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh karyawan, sehingga karyawan ikut merasakan khidmatnya berbagi dengan sesama. “Karena itu akan menjadi pahala juga untuk karyawan, bukan hanya untuk kami,” ujar Linda.

Linda menambahkan, semua itu dilakukan agar terjadi keterikatan emosional antara workshop dengan karyawan. Karyawan akan ikut merasakan atas maju atau mundurnya perusahaan. Dengan begitu karyawan akan lebih loyal, memiliki integritas yang tinggi serta lebih profesional, sesuai dengan SOP yang berlaku di D2C Laundry.

Bahkan keterikatan itu bukan hanya dirasakan oleh karyawan, namun juga keluarga karyawan. Linda memberi contoh, “Ada anak karyawan yang mengomel kalau ayahnya terlambat berangkat kerja, karena si anak ketakutan kalau ayahnya kena semprot saya ..hahaha,” seloroh Linda.

Dalam rencana ke depan, karyawan yang sudah bekerja lebih dari lima tahun akan mendapatkan royalti satu persen dari keuntungan perusahaan.

baca artikel lain di majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

nisa hakim

Nisa Hakim: Mempertahankan Sebuah Usaha Lebih Sulit Dari Memulainya

Di kala banyak anak muda mengikuti idealisme mereka dengan bekerja sesuai hobi dan tren, tidaklah ...

shares