Home / Internet Marketing / Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Seorang pengusaha laundry mengirimkan pesan ke redaksi kami dan menanyakan bagaimana cara mengembalikan pelanggan yang lama pergi. Lalu, kamipun menanyakan balik kenapa pelanggannya bisa pergi?

Ia kemudian menceritakan beberapa waktu lalu memiliki karyawan bagian setrika yang ternyata kurang bisa diandalkan. Hasil setrika kurang rapi sehingga beberapa pelanggan komplain dan berpindah.

Keadaan tak semakin membaik. Meski karyawan tersebut sudah berulang kali ditegur, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Sementara itu pelanggan satu persatu menghilang.

Kini, ia merubah berbagai kebijakan. Karyawan bagian setrika diganti, beberapa layanan lain ditingkatkan. Selain itu jadwal antar jemput cucian dibuat lebih fleksibel. “Sekarang kami menjadwalkan waktu antar jemput pakaian lebih lama sehingga menjangkau lebih banyak pelanggan dan lebih fleksibel,” katanya.

Namun, kendalanya adalah bagaimana cara mengkomunikasikan hal itu kepada pelanggan yang sudah terlanjur kabur? “Saya belum menemukan cara agar mereka balik lagi ke sini,” imbuhnya.

Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat pelanggan yang kabur kembali lagi. Pertama adalah hubungi mereka. Biasanya kita punya database pelanggan, minimal nomor HP. Hubungi mereka secara personal. Hindari mengirim SMS yang berkesan formal.

Jika terhubung dengan WhatsApp, lakukan percakapan yang lebih santai. Tanyakan kabarnya, jangan serta merta langsung menanyakan kemana ia melaundry sekarang. Tanyakan alasan kenapa ia tak datang lagi ke outlet.

Biasanya, jika kita sudah mengenal baik, pelanggan akan terbuka akan alasan kenapa ia berhenti berlangganan. Dari situ, bisa dikorek keterangan dan sampaikan permohonan maaf. Lalu sampaikan bahwa layanan laundry sudah mulai diperbaiki, karyawan yang melakukan kesalahan telah dibenahi atau sudah tidak bekerja.

Anda juga bisa menghubungi dengan cara mendatangi langsung. Cara ini bisa bisa juga digunakan untuk saling mengakrabkan diri kembali.

Kedua, tawarkan voucher. Sampaikan bahwa dia berhak atas voucher yang berlaku untuk diskon cucian. Voucher bisa diberikan dengan jumlah tertentu, namun tidak berlaku dalam sekali transaksi. Hal ini dapat menarik atau memancing si pelanggan agar kembali berlangganan dalam waktu lama.

Ketiga, jika Anda tidak berencana menemui mereka, lakukan dengan cara media. Buat brosur baru atau melalui laman Facebook. Apalagi jika mayoritas pelanggan Anda memiliki koneksi di Facebook, maka dengan mudah Anda bisa sebarkan info menarik pada mereka.

Terakhir, jangan lupa untuk terus mengawasi hasil kerja tim Anda. Jangan biarkan kesalahan kedua terulang dan pelanggan pergi meninggalkan Anda. Akan sangat sulit ketika kepercayaan dari konsumen sudah mulai luntur.

Bukan hanya okupansi yang menurun tetapi efek ketidakpuasan pelanggan akan dengan cepat menyebar dan “mencegah” pelanggan lain datang. Metode word or mouth tidak hanya pada kepuasan pelanggan tetapi makala ia kurang puas, hal itu juga akan terjadi.

So daripada sibuk berpikir bagaimana mengembalikan pelanggan yang hilang, lebih baik mencegahnya dengan cara terus memperhatikan SOP di outlet Anda seraya terus meningkatkan volume penjualan.

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

smart-laundry-karpet-pakai-promo-r

Contoh Brosur Laundry Keren

Banyak pertanyaan masuk ke redaksi Majalah Laundry menanyakan contoh brosur laundry yang bisa digunakan sebagai ...

shares