Home / Marketing / Pentingnya Fokus Pada Target Sekaligus Pada Pesaing

Pentingnya Fokus Pada Target Sekaligus Pada Pesaing

Dalam beberapa kesempatan memberikan training atau seminar bisnis, saya sering meminta peserta untuk melakukan sedikit game kecil yang berfungsi untuk melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri serta beberapa game yang dapat dijadikan ilustrasi dalam sebuah strategi pengelolaan bisnis. Salah satu game yang paling saya sukai adalah; peserta diminta untuk duduk dalam posisi siaga dengan kedua telapak tangan berada di atas paha. Kemudian pada hitungan ketiga, peserta diminta untuk secepat mungkin menangkap tangan kiri peserta lain yang ada di sebelah kanannya.

Pada saat yang sama, peserta di sebelah kiri akan menangkap tangan kiri kita. Nah, selain menangkap tangan kiri peserta di sebelah kanan, peserta juga harus berusaha secepat mungkin menghindarkan tangan kirinya agar tak tertangkap oleh peserta di sebelah kiri. Intinya, ada dua konsentrasi yang harus dijalankan sekaligus secara cepat yakni menangkap tangan peserta di sebelah kanan dan menghindarkan tangan lain agar tak tertangkap peserta di sebelah kiri.

Kenyataannya, banyak peserta yang berhasil menangkap tangan peserta lain di sebelah kanannya, tetapi tidak bisa menghindarkan tangan kirinya tertangkap. Namun ada juga yang tidak dapat menangkap tangan orang lain, sementara tangan kirinya dengan mudah ditangkap. Atau justru dia bisa menghindarkan tangan kirinya tertangkap, tetapi tangan kanannya tidak dapat menangkap. Nah lho, pusing kan?

Itulah gambaran yang bisa kita temukan pada kehidupan nyata. Terutama dalam hal bisnis. Banyak orang yang terlalu fokus pada target penjualan, sementara dia lengah atas strategi yang dijalankan pesaingnya sehingga si pesaing mengambil alih sebagian potensi yang ia miliki.

fokus pada target

Namun tak jarang pula seseorang terlalu fokus pada melihat strategi dan memelototi gerak gerik pesaingnya sehingga tanpa ia sadari, telah lupa pada target penjualan dan sama sekali tak memperoleh apa-apa. Ini adalah kenyataan yang sangat parah.

Idealnya, seorang pebisnis memiliki kecakapan untuk fokus pada penjualan atau target pasarnya, tetapi dalam waktu yang bersamaan, ia harus jeli dan hati-hati atas strategi yang mungkin dijalankan oleh pesaingnya. Sehingga dia tidak akan kehilangan potensi yang seharusnya dia dapatkan.

Lalu potensi apa yang kira-kira bisa hilang atau diserobot oleh pesaing jika kita lengah? Banyak. Ada berbagai hal yang bisa saja terlepas jika kita tidak memperhatikan strategi pesaing. Misal; inovasi varian produk, tren pasar, isu terbaru, program pemerintah, kegiatan komunitas bahkan pesaing baru  dan lain lain.

Namun bukan berarti dengan sikap siaga atas strategi pesaing kemudian kita ‘diijinkan’ untuk mematikan pesaing. Jangan. Orang bijak mengatakan, “jangan pernah bunuh sainganmu karena kamu akan kehilangan semangat untuk bersaing.” Itu benar. Dengan adanya pesaing kita bisa memiliki “cermin”. Karena dengan pesaing kita bisa mengukur apakah kita memiliki kekurangan atau kelebihan dalam berbisnis.

Pesaing juga terkadang dapat ‘mewakili’ kita jika suatu ketika dia melakukan eksperimen dengan trial and errornya.  Kita cukup menyempurnakan saja apa yang sudah diujicoba oleh pesaing tanpa mereka sadari.  Tak jarang, pesaing justru memberi banyak inspirasi untuk kita. Penambahan varian yang kerap dilakukan oleh pesaing terkadang kurang lengkap. Di situlah kita bisa memetik inspirasi untuk menyempurnakan.

Tidak mungkin ada juara pertama dalam suatu kompetis  jika hanya sendirian sebagai petarung. Seorang Juara sekaligus petarung sejati akan sangat membutuhkan kehadiran rival yang tangguh. Begitu pula ketika seorang pebisnis menginginkan produknya menjadi yang paling handal dan berkualitas, maka perlu ada komparasi atau pembanding dari produk lain yang sepadan.

Kompetisi secara sehat akan membuat kita menghasilkan produk yang terbaik untuk dapat memberikan kepuasan serta loyalitas kepada para konsumen baik secara emosional maupun rasional. Sehingga yang terbaik tentu akan mendapatkan tawaran serta harga yang terbaik pula, dari para pelanggan setianya yang puas dan loyal terhadap produk tersebut.

Membangun merk jasa bisnis sejatinya dimulai dengan pemahaman serta filosofi yang baik dan benar akan hal – hal penting tersebut, sehingga arti serta nilai suatu merk akan berbanding lurus dengan fakta serta realitas dari kualitas dan kepuasan para konsumen serta customer setia dari produk bermerk atau brand tersebut.

Persaingan di dunia bisnis sekarang tidak berbeda dengan peperangan yang terjadi dimasa lalu maupun pertempuran yang terjadi dimasa sekarang. Didalam memenangkan medan pertempuran, diperlukan strategi yang tepat dan jitu dalam usaha merebut wilayah musuh, dengan mempertimbangkan kekuatan kita dan kekuatan musuh, serta sekutu yang dimiliki.

Didalam persaingan dunia bisnis, yang diperebutkan adalah Market Share dan Profit. Selain kompetitor, kita juga dihadapkan pada persoalan lain seperti pelanggan, pemasok, serta  lingkungan eksternal seperti tehnologi, hukum, politik, peraturan pemerintah, demografi, psycografi dan sebagainya. Jika didalam medan perang hanya satu kemungkinan yang terjadi yaitu menang atau kalah, didalam persaingan bisnis kita juga harus memperhatikan etika dan tanggung jawab social serta menerapkan posisi win win solution, walaupun pastinya secara de facto akan ada yang menang dan kalah.

Ada beberapa strategi bisnis yang sudah cukup terkenal yang dapat di terapkan dalam menghadapi kompetisi bisnis saat ini, salah satunya adalah Blue Ocean Strategy. Blue ocean strategy adalah strategi dalam bisnis yang membuat perluasan market dengan mengambil peluang bisnis lain yang pasarnya berdampingan atau dengan pasar yang sama tetapi lebih luas dalam pelayanan. Ada dua cara dalam menciptakan blue ocean yaitu pertama dengan menciptakan industri yang sama sekali baru atau yang kedua dengan menciptakan blue ocean dari dalam red ocean dengan melakukan perluasan usaha atau market yang di garap.

Penggagas Blue Ocean Strategy,  Kim dan Mauborgne menyarankan, daripada berkompetisi di industri yang sudah penuh sesak alias supercrowded dan berperang sampai berdarah darah, yang mereka sebut sebagai red ocean, mereka menyarankan untuk menciptakan permintaan baru disamudra biru dengan value yang lebih inovatif dan menjadikan pesaing tidak relevan.

Jika Anda melihat pangsa pasar untuk laundry kiloan sebagai red ocean, maka Anda bisa menciptakan blue ocean dengan cara memperluas pasar dan meminimalisir pesaing. Hal tersebut bisa Anda peroleh dengan cara menciptakan pasar baru seperti laundry karpet, laundry sofa, spring bed atau menambah layanan dry clean. Pada artikel lain, saya juga menulis tentang prospek bisnis laundry sofa. Hal tersebut sejalan dengan konsep blue ocean strategy yang saya bahas baru saja.

Penulis: Anto Wiyono

baca artikel lain di majalah laundry

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

pelanggan laundry kabur

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya Seorang pengusaha laundry mengirimkan pesan ke redaksi ...

shares