Home / Kolom / Pentingnya Split Testing Untuk Usaha Laundry

Pentingnya Split Testing Untuk Usaha Laundry

Pentingnya Split Testing Untuk Usaha Laundry

Dalam dunia advertising dikenal istilah split testing. Split testing adalah cara dimana advertiser membandingkan pesan yang sama dengan berbagai penyampaian yang berbeda seperti gambar, headline, copywriting dll.

Hal itu dilakukan untuk membuktikan hipotesa dan asumsi-asumsi yang kita pikir bagus, namun pasar berpikir berbeda. Selain itu juga untuk memvalidasi antara pesan yang disampaikan dengan pesan yang ditangkap oleh audience.

Biasanya, jika KPI (Key Performance Indicator) atas sebuah iklan rendah, maka si advertiser akan mencoba merubahnya. Bisa jadi karena headline-nya kurang menggigit, copywriting jelek atau call to action-nya tidak berfungsi akibat audience tidak tertarik sama sekali.

Namun, tidak semua iklan membutuhkan split testing. Ada kalanya dengan persiapan yang matang, satu konsep iklan bisa memberikan konversi yang tinggi hingga habis masa tayangnya.

Dunia laundry juga membutuhkan hal yang sama menurut saya. Sudah banyak hal-hal yang saya uji kepada pasar, seperti:

1. Parfum. Total mungkin sudah testing 10 varian parfum (methanol based dan water based). Saya bandingkan ke pasar sehingga hanya tersisa 1 varian parfum yang saya pakai. Alasannya adalah menyederhakan pilihan pelanggan (less choices, simplify) dan mengurangi inventory berbentuk parfum. Inventori itu duit lho.
2. Deterjen. Setelah testing beberapa jenis merek, perhitungan HPP, kebersihan. Akhirnya saya putuskan untuk memakai 1 merek untuk semua (karena memang multi purpose). Alasannya menyederhanakan SOP dan mengurangi inventori tadi.
3. Layanan. Sempat ada suatu waktu saya mencoba menjadi “supermarket/mall laundry” alias one-stop laundry. Kiloan, sepatu, tas, springbed, karpet, sofa, kursi, satuan. Hasilnya fokus pecah, hasil tidak maksimal. Sampai akhirnya ketemu pola, oh ini 20% layanan yang mendatangkan 80% omset. Ya sudah, fokus di sana dan proses tiba-tiba menjadi sangat sederhana.
4. Harga. Setiap bulan testing harga. Asal tahu saya sudah coba dari harga Rp. 6000, Rp. 7000, Rp. 8000, Rp. 9000, Rp. 10000 bahkan Rp. 50000. Menghasilkan informasi berharga untuk membuat ekosistem bisnis yang mature.
5. Promotion Channel. Offline dan online. Menghasilkan informasi yang berbeda dan keputusan yang saya ambil murni berbasis data.

Dari banyak testing tersebut, 80% berdasarkan informasi layanan, produk dan jasa yang “gagal”. Bersediakah Anda untuk menerima kegagalan untuk membeli informasi tersebut, sembari mendapatkan masukan dari mentor?

Alhamdulillah saya punya banyak mentor yang sudah mengalami “kegagalan” mau berbagi kisi-kisi informasi untuk mengembangkan usaha saya. Alhamdulillah wa syukrillah.

Dan apakah hasil testing saya bisa dimanfaatkan untuk usaha laundry anda? Mungkin bisa dan mungkin tidak, karena target dan karakter pasar yang berbeda bisa menyebabkan hasil yang berbeda. Pola pikir masyarakan perkotaan bisa jadi beda dengan di pedesaan. Daerah kampus, kantor dan perumahan tentu memiliki karakter yang berbeda. Karakter masyarakat beda, tipe jalan menghasilkan data beda. Begitulah.

Karena sukses artinya suka proses. Itu!

Penulis Muhammad Aldien Said

Pemilik Simply Fresh Express Outlet Palembang

Editor Anto Wiyono

 

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

pelanggan laundry kabur

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya

Pelanggan Laundry Kecewa dan Kabur? Begini Tips Mengembalikannya Seorang pengusaha laundry mengirimkan pesan ke redaksi ...

shares