Home / Profile / Sri Derin Salihah Selalu Tenang Hadapi Kompleksitas Usaha Laundry

Sri Derin Salihah Selalu Tenang Hadapi Kompleksitas Usaha Laundry

Membangun sebuah bisnis hingga menjadi besar memang terlihat menyenangkan. Namun terkadang, orang lain hanya lihat sukanya saja, tanpa melihat jerih payah di awal. Itulah yang dialami oleh Derin, pemilik Bogor Laundry. Apa saja suka dukanya?

Jika Anda melintas di Jl. Pajajaran, Sukasari, Kota Bogor pasti akan melihat sebuah outlet laundry yang cukup besar. Namanya Bogor Laundry. Namun, siapa sangka laundry yang didominasi warna biru muda tersebut dikelola oleh seorang perempuan. Dialah Sri Derin Salihah atau biasa disebut Ibu Derin.

Derin mengawali bisnis laundry pada tahun 2010. Kini dengan ketekunan dan keuletannya, Bogor Laundry telah memiliki 3 outlet dan 45 karyawan dengan volume penjualan yang cukup tinggi.

Ketika ditemui oleh Majalah Laundry, wanita berhijab ini begitu antusias menceritakan pengalamannya. “Kalau ada yang bilang, bos selalu benar, itu saya tidak setuju,” ujar Derin mencoba langsung menarik garis merah yang ia yakini sangat krusial dalam kepemimpinan.

“Kita harus melakukan continous improvement, selalu memperbaiki servis yang ada, kasih feedback terhadap kinerja tim,” lanjutnya. Bagi Derin, menjadi pemimpin itu harus fleksibel dan open minded. “Karena kita tidak tahu segalanya dan kita belum tentu selalu benar,” katanya.

Menurut Derin, tidak ada super man atau super woman dalam sebuah bisnis. “Yang ada adalah super team,” tegasnya. Karena menurutnya banyak hal yang harus diurus dan diperhatikan agar bisnis terus maju. Mustahil menurutnya jika segalanya harus dikerjakan sendiri.

Tips lain yang dibagikan Derin adalah perlu adanya diversifikasi pilar pendapatan. “Menurut saya, bertumpu pada satu sumber pendapatan adalah hal yang berresiko. Karenanya, selain melayani konsumen retail, kami juga melayani konsumen corporate,” ujar Derin.

Ia menambahkan, saat segmen retail sedang tidak terlalu ramai, laundrynya cukup tertolong oleh konsumen corporate seperti hotel dan salon. Hal tersebut menjadikannya saling melengkapi antara segmen yang satu dengan yang lain.

Dalam hal spiritual, ibu dari Meisya Alya (6 thn) dan Meika Alisha (3 bulan) yang pernah berprofesi sebagai fundraiser selama satu tahun di Dompet Dhuafa ini juga menyebutkan perlunya sikap istiqomah dalam mengelola sebuah usaha. “Don’t look always and only on money, fokuslah untuk memberikan nilai bagi customer dan karyawan,” kata Derin.

Hal tersebut justru menjadikan bisnis bisa survive dalam jangka panjang ketimbang mengejar profit yang terlampau tinggi tetapi tidak dapat bertahan.

Bisnis laundry merupakan bisnis yang padat karya dengan kebutuhan energi yang sangat tinggi. Di sinilah letak kesulitan yang umumnya dirasakan oleh para pengusaha laundry. Hal yang sama dirasakan oleh Derin. “Kecenderungan harga energi terus naik. Padahal kita tidak bisa reaktif dengan ikut menaikkan harga layanan mengikuti harga energi,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan perlu adanya kreatifitas agar kenaikan harga energi tidak menggerus laba dan harga jual juga tidak naik secara signifikan.

Berbicara mengenai human resource, Derin juga membagikan tipsnya. “Beragamnya karakter dan latar belakang karyawan serta perasaan bahwa saya paling tahu di bisnis ini adalah hal yang sempat menghambat perkembangan laundry ini,” kenang Derin.

outlit milik sri derin salihah
Outlet Bogor Laundry

Dulu, ia banyak mengerjakan hal teknis atau daily routine. Tapi ia kemudian menyadari hawa hal itu justru membuatnya stress dan ia kehilangan waktu untuk bisa berpikir strategis. Namun, kini ia telah mengangkat sejumlah kepala bagian sehingga beberapa hal di lapangan bisa dihadapi oleh team leader.

Awalnya ia ragu untuk memberikan kepercayaan kepada beberapa karyawan yang ia angkat menjadi kepala bagian. Apalagi itu disertai dengan extra cost untuk menggaji mereka sebagai kompensasi jabatan.

“Tapi ternyata itu justru menyehatkan usaha saya. Terbukti volume omzet dan laba meningkat. Kami pun lebih leluasa bergerak karena beban kerja telah terbagi,” ujar Derin bangga.

bendera istana bogor
Bendera Milik Istana Bogor

Bercerita mengenai perjalanan selama menjalankan bisnis laundry, Derin memiliki pengalaman yang cukup membanggakan. “Kami pernah dipercaya mencuci bed cover dan gorden isatana Bogor. Kami juga merapikan gorden tersebut yang terpasang di ruang kerja presiden,” kata Derin.

Bukan hanya itu, bendera sepanjang hampir satu kilometer yang biasanya dipasang di pagar istana Bogor juga pernah ia cuci di laundrynya. Bahkan, untuk melipatnya saja, Derin harus mengerahkan hampir 30 orang karyawannya.

Semua yang membuatnya senang dan bangga itu tak lepas dari doa yang selama ini ia panjatkan. “Tak ada yang bisa mengalahkan doa. Dulu saya berpikir kerja keras adalah segalanya karena saya percaya tidak ada yang mengkhianati kerja keras,” tukas Derin.

 

karyawan bogor laundry
Karyawan Bogor Laundry dalam sebuah kesempatan gathering

Namun kemudian sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia ini mengaku menyadari bahwa terlalu fokus dengan pekerjaan dan berusaha menyelesaikan segalanya sendiri justru membuatnya merasa lelah. “Dengan berdoa, saya bisa menshare masalah yang saya hadapi kepada Sang Maha Esa. Saya selalu minta tolong dan mengharap campur tangan Allah atas bisnis dan kehidupan yang saya jalani. Itulah yang membuat saya lebih tenang dan santai menjalankan bisnis saya,”

Untuk bisa terus belajar, istri dari Dodi Sopana itu juga bergabung dengan komunitas pengusaha laundry. Ia berharap asosiasi atau komunitas ini bisa menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman serta informasi terbaru seputar dunia laundry. (Anshori Rahman)

Ada komentar?

Baca Juga

Jangan lupa share :)

About Majalah Laundry

Majalah Laundry adalah media referensi usaha laundry. Terbit untuk Anda yang ingin menambah pengetahuan, wawasan dan tips serta trik dalam mengembangkan dan mengelola usaha laundry. Kami terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru ke hadapan Anda.

BACA JUGA

nisa hakim

Nisa Hakim: Mempertahankan Sebuah Usaha Lebih Sulit Dari Memulainya

Di kala banyak anak muda mengikuti idealisme mereka dengan bekerja sesuai hobi dan tren, tidaklah ...

shares