Home / Manajemen / 5 Tips Menghindari Kebangkrutan Bisnis Laundry

5 Tips Menghindari Kebangkrutan Bisnis Laundry

Bagikan Sekarang!

Tips Menghindari Kebangkrutan Laundry

                Tidak semua usaha yang kita jalankan dapat berjalan mulus. Tak sedikit pengusaha yang memutuskan untuk banting stir atau berhenti berwiraswasta karena bangkrut alias kolaps.

                Namun sebenarnya banyak cara yang bisa dijalankan untuk menghindari kebangkrutan, termasuk usaha laundry. Manajemen yang baik sejak pertama memulai usaha sangat membantu kesehatan sebuah usaha. Namun bagaimana jika kondisinya sudah hampir terlambat?

                Bagaimana jika sebuah usaha menunjukkan tanda-tanda akan bangkrut atau kolaps? Jangan panik, berikut ini beberapa tips yang kami kumpulkan untuk menyelamatkan usaha sebelum bangkrut melanda.

 
1. Cek Ulang Keuangan Anda

                Anda tak perlu belajar manajemen secara mendalam, tetapi Anda harus cukup teliti dan tekun untuk membuat laporan keuangan setiap harinya. Catatlah pengeluaran dan pemasukan walau sekecil apapun. Jangan tunda untuk melakukan hal tersebut karena akan sangat berbahaya jika menjadi kebiasaan yang pada akhirnya membuat Anda kebingungan karena kehilangan catatan cash flow Anda.

                Dengan membuat catatan keuangan yang baik, Anda akan dapat mengetahui dimana terletak adanya bugs yang menyebabkan usaha Anda tersendat. Anda akan menemukan pos-pos pengeluaran yang mungkin berlebihan, tidak penting dan tidak urgen.

                Selain itu dengan catatan keuangan yang baik Anda akan dapat meneliti kemungkinan terjadi kecurangan dalam usaha Anda. Anda juga akan menemukan pos pemasukan yang seharusnya dipacu atau dioptimalkan.

2. Fokus, Jangan Mudah Tergoda Usaha Lain

                Apabila Anda memperoleh keuntungan yang besar di awal usaha Anda, jangan berpuas diri dan menganggap sudah menguasai pasar. Usaha yang baru muncul itu biasanya baru memancing perhatian masyarakat luas sehingga keuntungan tersebut adalah pembelian pertama dari pelanggan Anda.

                Tetaplah fokus dan jangan berpikir untuk melirik usaha lain. Buatlah diri Anda expert dalam bisnis yang sedang Anda jalani. Anda membutuhkan banyak waktu untuk jatuh bangun, persaingan ketat maupun perjuangan yang “berdarah-darah”.

                Dengan hal tersebut Anda akan terbiasa menangani hal-hal rumit yang dapat membuat diri Anda lebih mahir sehingga akan lebih tahan ketika menghadapi cobaan dalam bisnis.

                Begitu juga ketika usaha Anda terlihat tersendat. Jangan langsung ambil keputusan bahwa Anda tidak cocok mengelola usaha tersebut. Kaji lebih dalam apa yang membuatnya tersendat. Kenali teori SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities dan Threats).

                Temukan dimana letak kekuatan bisnis Anda, kelemahan bisnis Anda, peluang serta ancamannya. Dengan begitu Anda bisa menganalisa apa yang terjadi dan apa yang seharusnya diperbaiki pada bisnis Anda sebelum memutuskan untuk banting setir.


3. Menahan Diri Untuk Tidak Tergoda Membelanjakan Keuntungan Secara Berlebihan

                Tunggulah sampai keuntungan Anda stabil dan usaha Anda mempunyai pelanggan tetap. Ingatlah bahwa keuntungan yang Anda kejar yaitu untuk jangka panjang. Keuntungan yang Anda dapatkan haruslah dapat ter-manage dengan baik.

                Secara pribadi memang itu adalah keuntungan milik Anda. Tetapi uang tersebut juga dibutuhkan manakala Anda membutuhkan injeksi dalam bisnis seperti buka cabang, ekspansi maupun kebutuhan-kebutuhan lain. Selalu sediakan dana cadangan untuk bisnis Anda.

4. Buatlah Pembukuan Terpisah Antara Uang Pribadi dan Bisnis

                Ini menjadi kesalahan umum para pebisnis pemula, yaitu mencampur keuangan pribadi dengan uang usaha. Ini memang terdengar sepele tetapi akan menjadi tidak sehat jika Anda sudah menggantungkan seluruh kebutuhan Anda kepada keuntungan usaha Anda. Akibatnya, keuntungan yang seharusnya bisa diputar menjadi modal usaha habis untuk memenuhi kebutuhan Anda.

                Jika memang Anda membutuhkan dana untuk keperluan pribadi, buatlah kasbon pada usaha Anda. Sehingga Anda memiliki hutang pada usaha tersebut. Nantinya hutang tetap harus dibayar baik dengan uang segar maupun didebet dari keuntungan Anda.

                Intinya, tidak sehat apabila mencampurkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Hindari hal ini supaya Anda bisa melihat dengan jelas perkembangan usaha dan memiliki kepekaan jika terjadi suatu kesalahan dalam bisnis.

5. Siapkan Strategi Efektif dan Efisien

                Jika Anda telah memiliki keleluasaan modal, jangan buru-buru membuka cabang baru atau mengembangkan usaha Anda. Cabang baru berarti butuh dana promosi baru. Lebih baik pastikan dulu keuntungan yang Anda raih ini sudah stabil dan berlangsung untuk jangka panjang.

                Cabang baru semestinya merupakan duplikasi dari usaha yang sudah berjalan. Untuk itu diperlukan roel model yang baik agar cabang-cabang yang dibuka nantinya memiliki budaya kerja yang baik pula. Untuk itu diperlukan ketahanan yang baik bagi usaha yang sudah berjalan sebelum membuka cabang.

Bagikan Sekarang!

Check Also

si penuda pekerjaan

Salah Kaprah Bagi si “Penunda Pekerjaan”

Menunda pekerjaan sekilas menyenangkan, tapi sebenarnya ia adalah musuh utama produktivitas kerja. Namun, ada perbedaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares