Home / Profil / Agus Triono, Pemilik Kumala Laundry dengan Puluhan Cabang

Agus Triono, Pemilik Kumala Laundry dengan Puluhan Cabang

Bagikan Sekarang!

Awalnya hanya main-main, kini omzetnya meningkat bukan main. Itulah gambaran yang kami peroleh ketika mengobrol dengan Agus Triono, pemilik Kumala Laundry. Betapa tidak, usaha yang kini digelutinya berawal dari sekedar coba-coba saja. Berikut ini kisah selengkapnya.

                “Awalnya hanya main-main saja. Coba-coba buka usaha laundry. Dengan modal nekat dan satu buah mesin cuci seharga delapan juta rupiah,” ujarnya kepada Majalah Laundry. Saat itu ia mengaku tak punya ilmu apapun mengenai laundry.

                Bahkan, kata Agus, usaha laundry yang ia jalani awalnya tidak dilengkapi dengan mesin pengering. “Hanya dijemur saja, pakai matahari. Bahkan juga nggak punya ilmu apa-apa,” tambahnya.  Agus juga memulainya tanpa dibantu oleh karyawan. “Mencuci, menyeterika dan menjemur sendiri. Tidak punya karyawan saat itu,” kata Agus. Namun ternyata insting bisnis Agus terus bertumbuh dan lambat laun usahanya berkembang.

                Kini setelah sembilan tahun ia berjibaku, Kumala Laundry berhasil memiliki sedikitnya 45 gerai. “Yang 10 gerai milik sendiri, sisanya pakai sistem franchise,” ujar Agus. Kumala Laundry telah tersebar di enam kota di Indonesia termasuk Surabaya. Kantor Pusat berada di Jl. Dahlia No. 27 Banjarmasin.

                Yang paling membanggakan Agus adalah ketika dalam 13 bulan pernah membuka 19 gerai. “Itu rekor bagi kami. Sangat membanggakan,” katanya bersemangat. Meski mengaku cukup kelelahan secara fisik, tetapi Agus menikmatinya. Menurutnya itu ialah rhythm of spirit yang justru menjadi bagian dari visi perusahaan yaitu “raise yourself to help mankind”.

                Dalam memberikan layanan, selain nilai tambah Agus berusaha selalu menghadirkan diferensiasi pada usahanya. “Kalau memiliki diferensiasi, usaha apapun saya pikir bisa lebih sukses,” katanya. Selain itu, Agus selalu menekankan perlunya posistioning. “Kita mau berada di level segmen mana, itu harus ditentukan,” imbuhnya.            

                Apa yang dilakukan oleh Agus ternyata menginspirasi banyak orang. Bahkan, Majalah Marketeers besutan MarkPlus-nya Hermawan Kertajaya memberinya panghargaan dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2016 di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

                Dalam acara yang dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina tersebut, Agus menjadi salah satu penerima penghargaan dalam kategori Marketers of The Year Banjarmasin 2016.  Dalam sambutannya Ibnu mengatakan marketing dan service tidak bisa dipisahkan. Untuk itu acara seperti Indonesia Marketers Festival 2016 tersebut dinilai sangat bagus bagi perusahaan maupun pengusaha.

                Ibnu juga menyampaikan rencana pihaknya mencetak ribuan pengusaha baru, khususnya UKM. Hal itu sebagai bentuk dukungan pada bidang usaha kerakyatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Acara ini bagus sekali. Karena seluruh produk harus dipasarkan. Apa artinya produk kalau tidak dipasarkan,” komentarnya.

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares