Home / Strategi / Bagaimana Job Fair Bisa Dijadikan Project Tim Marketing?

Bagaimana Job Fair Bisa Dijadikan Project Tim Marketing?

Bagikan Sekarang!

Perusahaan Anda pernah mengikuti job fair? Job fair atau pameran bursa kerja yang kerap digelar di berbagai daerah merupakan sarana efektif untuk melakukan perekrutan karyawan. Namun ternyata job fair bukan hanya proyek bagian HRD, tetapi juga proyek bagian Marketing. Karena dengan gelaran job fair, bagian Marketing dari sebuah perusahaan memiliki peluang untuk memunculkan brand. Bagaimana bisa? Apa strateginya, mari kita bahas bersama.

                Umumnya job fair merupakan proyek bagian HRD atau departemen sumber daya manusia. Dengan job fair bagian tersebut memiliki kandidat karyawan yang jumlahnya biasanya berlimpah dan bisa diseleksi sesuai dengan formasi yang ada disesuaikan dengan kualifikasi si pelamar.

                Program job fair kini sering digelar di berbagai tempat baik di ibu kota maupun di daerah. Penyelenggaranya juga bermacam-macam mulai dari pihak pemerintah yang digawangi Dinas Tenaga Kerja maupun pihak swasta yang memang mencari profit dari gelaran acara tersebut.

                Namun ada juga acara penjaringan tenaga kerja besar-besaran yang dilakukan sendiri oleh perusahaan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh TransCorp pada tahun 2007 atau Go Jek belum lama ini. Dengan membuka job fair besar-besaran, mereka akan mendapatkan stok pelamar yang kualifikasinya bisa disesuaikan dengan formasi yang tersedia.

                Satu hal yang bisa dilihat dari acara job fair adalah banyaknya orang yang datang ke acara tersebut. Meski status mereka adalah pencari kerja, namun tidak sedikit di antara mereka yang sebetulnya sudah bekerja di tempat lain. Dengan mendatangi job fair mereka berharap bisa meningkatkan karir dan posisi meski harus berpindah ke perusahaan lain.

                Bagi seorang marketing, ini menjadi lahan yang empuk untuk promosi. Dengan membuka stand job fair, sebuah perusahaan akan lebih dikenal oleh para pencari kerja yang dalam hal ini dianggap sebagai target market.

                Bukan hanya itu, dengan membuka stand job fair, sebuah brand akan lebih dikenal dan memiliki efek brand awareness yang cukup baik. Setidaknya akan ada orang yang mengatakan, “wow, perusahaan itu membuka lapangan pekerjaan, berarti perusahaan itu maju dan berkembang.”

                Dengan mengatakan hal itu, secara tidak langsung orang tersebut berkata, “berarti perusahaan itu cukup bagus dan kualitasnya baik.”

                Nah, dengan hal tersebut maka akan ada pengakuan dari pengunjung bahwa brand yang kita kelola memang cukup baik. Jadi tidak ada salahnya jika perusahaan Anda mengikuti job fair. Selain untuk menyiapkan kandidat karyawan juga sebagai ajang promosi.

                Menariknya, banyak acara job fair yang bisa diikuti secara gratis baik oleh penyedia lapangan kerja maupun oleh pencari kerja. Job fair yang diadakan oleh pihak pemerintah biasanya tidak dipungut biaya karena program tersebut merupakan terobosan pemerintah untuk menjadi ajang “match” antara perusahaan dan pencari kerja.

                Bagi pengusaha UKM, job fair yang digelar di daerah dengan target market lokal akan sangat efektif untuk memunculkan brand Anda.

                Namun, meski begitu  bukan berarti cukup mengandalkan job fair sebagai ajang promosi. Anda juga wajib menjaga brand dan mengelolanya dengan baik sehingga brand benar-benar berkualitas baik dari segi promosi maupun dari segi layanan.

                Kualitas layanan yang bagus disertai promosi yang tepat sasaran akan menimbulkan efek yang luar biasa. Brand akan lebih cepat dikenal dan cepat melekat di hati para pelanggannya.

Selamat mencoba.

Bagikan Sekarang!

Check Also

jangan bangga banting harga

Jangan Bangga Banting Harga

Beberapa bulan lalu kami tim Majalah Laundry melakukan perjalanan ke beberapa kota seperti Blitar, Kediri, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares