Home / World / Barang Tertinggal di Saku Pelanggan

Barang Tertinggal di Saku Pelanggan

Bagikan Sekarang!

Pernah punya pengalaman waktu terima cucian ada uang atau barang milik pelanggan tertinggal di saku? Apa yang Anda lakukan?

Salah satu pembaca Tabloid Laundry, Nunung dari Makassar berbagi pengalamannya. Beberapa kali mereka mendapatkan cucian pelanggan yang diterimanya terdapat uang, pulpen dan properti lain. Pemilik Sarah Laundry ini mengatakan, pihaknya selalu mengembalikan uang atau properti tersebut kepada pelanggan. Barang-barang tersebut dimasukkan ke dalam plastik kemudian dijadikan satu dengan pakaian pelanggan yang sudah dipacking.

Menurutnya, mengembalikan properti milik pelanggan menjadi budaya di Sarah Laundry. Hal itu dilakukan karena pihaknya selalu mengajari karyawan untuk jujur dan hanya mengambil yang merupakan haknya. Alhasil, kejujuran yang diterapkan di laundry-nya mampu menarik simpati para pelanggan, kemudian secara viral jumlah pelangganpun terus meningkat.

Hal serupa sering dialami oleh pengelola laundry lain. Fera misalnya. Pemilik My Laundry dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung itu kerap menemukan properti milik pelanggan seperti uang, arloji, flashdisk, cincing, gelang dan perhiasan lain. Fera selalu mengembalikan ke pemiliknya. Meski ia tak bisa selalu mengawasi hal itu ke pegawainya.

“Paling sering sih uang, Mas,” kata Fera. “Saya selalu mengembalikan ke pemiliknya, dan saya mengajarkan karyawan untuk selalu jujur, meskipun saya tidak bisa selalu mengawasi,” lanjut Fera. Fera melanjutkan, suatu saat karyawan menemukan kondom beserta sebungkus cairan lubricant dalam kantong baju milik pelanggan. “Karyawan saya mengira itu pelembab untuk muka, Mas. Karena keterangan dalam bungkusnya bahasa Inggris mereka kurang paham. Setelah saya baca, saya jelaskan ke mereka tentang benda tersebut, mereka lalu tertawa.” kenang Fera.

Namun, hal-hal seperti itu kemudian membuat Fera dilematis. Untuk menjaga agar si pelanggan tidak merasa malu, barang sensitif itu lalu dibuang dan tidak dikembalikan ke pemiliknya. “Tapi kalau selain itu sih selalu dikembalikan. Biar pelanggan nyaman, tidak dirugikan dan kamipun tenang menjalankan bisnis laundry,” pungkasnya. [anto]

Anda punya pengalaman lain yang unik, menarik dan inspiratif? Kirimkan melalui email admin@majalahlaundry.com

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares