polisi-tangkap-bos-laundry-gegara-buang-sampah-medis corona

Bos Laundry di Bogor Ditangkap Gegara Buang Sampah Medis Corona

MajalahLaundry.com. – Kepolisian Resort Kabupaten Bogor menangkap bos usaha cuci pakaian atau laundry dan pegawainya terkait kasus buang sampah medis bekas pasien COVID-19.. Keduanya, WD (37) dan IP (21), sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bogor.

“Kita tangkap dua orang dan susah ditetapkan sebagai tersangka. Kedua orang ini adalah pengusaha laundry (inisial WD) dan sopir di laundry itu,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun, seperti kami kutip dari Detikcom, Rabu (10/2/2021).

Dua orang tersebut ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan terkait temuan sampah medis di Kecamatan Tenjo dan Cigudeg. Sedikitnya, ada 60 karung plastik berisi sampah medis yang dibuang pelaku di Bogor.

Menurut polisi, kedua tersangka mengaku sudah tiga kali membuang sampah di Kabupaten Bogor. “Pertama 25 Januari, sampah medis dibuang di lahan sawit di Kecamatan Cigudeg, kemudian 27 Januari di pinggir jalan di Kecamatan Tenjo. Kemudian 2 Februari di pinggir hutan di Kecamatan Cigudeg. Jadi dua kali di Cigudeg, satu kali di Tenjo,” tutur Harun.

Dari aksinya, pelaku membuang 60 karung plastik yang berisi APD, jarum suntik, bungkus obat yang bekas digunakan untuk penanganan pasien COVID-19 di Kota Tangerang. Harun mengungkapkan sampah medis ini berasal dari sebuah hotel di Kota Tangerang yang digunakan untuk isolasi pasien positif COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Mereka mengaku, pihak hotel membayar Rp 1 juta untuk sekali angkut kepada tersangka untuk membuang sampah medis tersebut. “Pihak laundry ini awalnya kerja sama untuk mencuci barang-barang di hotel. Namun kemudian pihak hotel meminta pihak laundry untuk mengelola, membuang sampah medis. Padahal, pihak hotel juga tahu bahwa laundry ini bukan perusahaan pengelola limbah, tetapi usaha laundry,” tutur Harun.

Kini kedua tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Polisi juga menjerat tersangka dengan Pasal 104 jo Pasal 60 dan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ini masih kita kembangkan ya. Kita akan koordinasi dengan Pemkot Tangerang, pihak hotel juga akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Harun.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas memusnahkan 17 karung sampah medis yang ditemukan di lahan kosong, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar di lokasi tersebut.

“Berdasarkan pertimbangan medis, langsung kita musnahkan. Tapi sebelumnya sebagian sudah diambil sampel untuk dijadikan barang bukti,” kata Camat Tenjo Kurnia Indra saat itu.

“(Pemusnahan) Itu dibakar, karena lokasi kan lahan kosong juga. Ini semua karena pertimbangan medis dan keamanan,” imbuhnya.

Kurnia juga menjelaskan, pertimbangan lain sampah medis itu segera dimusnahkan karena khawatir mengundang rasa penasaran warga dan terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Khawatirnya kan ada anak-anak atau warga mendekat dan penasaran untuk buka-buka itu. Atau ada tukang pungut sampah, kemudian diambil atau sebagainya. Itu kan membahayakan. Tadi juga pemusnahan disaksikan oleh kepolisian dan pihak puskesmas,” tutur Kurnia.

Belasan karung sampah medis ditemukan di lahan kosong Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Selasa (2/2/2021). Limbah medis tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bekas pakai.

“Sampah medis itu terbungkus 17 karung. Isinya sampah medis,” ujar Kurnia. Kini pelaku pembuangan sampah medis di Bogor itu sudah tertangkap. Ternyata pengusaha laundry di Bogor.

Ikuti video menarik seputar bisnis laundry di Channel Majalah Laundry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips & Trik Bisnis Laundry GRATIS Langsung ke HP Anda.

Masukkan alamat email Anda, jadilah bagian dari komunitas eksklusif yang akan menerima email secara berkala seputar pengembangan bisnis laundry.