Home / Komunitas / Buat Apa Ikut Seminar Laundry?

Buat Apa Ikut Seminar Laundry?

Bagikan Sekarang!

Sebagai pengusaha di bidang jasa, tentu seorang pemilik bisnis laundry harus menguasai ilmunya. Jika tidak, ia tidak dapat menjalankan bisnisnya dengan baik, sustainable dan menghasilkan profit. Salah satunya cara meningkatkan ilmu adalah dengan mengikuti seminar, training atau pelatihan laundry.

Lalu sepenting apakah seminar atau pelatihan laundry itu?  Seorang anggota grup pengusaha laundry di Facebook menanyakan hal itu.

“Penting nggak penting,” kata seorang anggota grup komunitas laundry tersebut.

Salah satu sesi pelatihan cuci sepatu di Surabaya.

 “Ikut dulu aja. Soal sebanding atau tidak dengan biaya yang dikeluarkan, tentu saja sebanding karena seminar dan pelatihan biasanya mendatangkan pemateri yang berkompeten. Selain itu juga butuh biaya untuk sewa tempat, makan, snack dan perlengkapan lain,” timpal anggota grup lainnya.

Dalam bisnis laundry terdapat sejumlah hal yang ilmunya mesti dikuasai. Berikut ini beberapa hal dalam bisnis laundry yang harus Anda pahami, agar tidak tekor, tertipu karyawan, bangkrut atau hanya bertahan namun tidak berkembang.

  1. Pekerjaan pokok usaha laundry. Mencuci, mengeringkan, menyeterika, membersihkan noda
  2. Perawatan mesin. Meliputi perawatan rutin hingga servis ringan
  3. Pembukuan. Meliputi pembukuan manual maupun terkomputerisasi
  4. Pelayanan pelanggan. Menggunakan SOP yang benar
  5. Pemasaran. Meliputi online maupun offline. Retail maupun corrporate
  6. Pengelolaan sumber daya manusia. Meliputi perekrutan, pelatihan, tingkat retensi (churn rate/tingkat keluar masuk karyawan)
  7. Legalitas usaha
  8. Pengelolaan limbah
  9. Pengenalan teknologi mesin
  10. Pengenalan teknologi tekstil (fabric care)
  11. Pengenalan teknologi kimia pembersih
  12. Pengembangan usaha. Meliputi peluang divisi baru, buka cabang, scale up

Semua hal tersebut ada ilmunya. Perlu dipelajari. Pengusaha laundry yang menginginkan kemajuan tentu tidak hanya puas dengan perolehan yang standart saja.

Hal-hal di atas perlu dipelajari.

Banyak pengusaha laundry yang bisnisnya begitu-begitu saja selama bertahun-tahun. Siklusnya tetap, jumlah mesinnya juga tetap. Rusak satu beli satu. Kontrak kios habis, lalu perpanjang. Pemilik masih sibuk dengan pekerjaan pokok tanpa mau menambah karyawan dan membesarkan bisnis.

Padahal, di luar sana banyak pengusaha laundry sukses yang mulai menciptakan sistem. Sistem dalam bisnis laundry dapat diartikan sebagai pengaturan komponen dan unsur dalam bisnis yang terpadu untuk mencapai tujuan.

Dalam sistem bisnis laundry, prinsip mendelegasikan pekerjaan sangat penting. Semua bagian diberi pelatihan sesuai dengan tugasnya, lalu mereka bekerja secara paralel untuk mencapai tujuan bersama. Pemilik sebagai pemegang kendali penuh bertugas untuk memastikan sistem dapat berjalan dengan lancar.

Sayangnya, banyak pemilik usaha laundry terjebak pada rutinitas di dalam sistem yang lemah. Padahal mestinya, ialah yang menciptakan sistem dan mengendalikannya.

Seorang peserta pelatihan sedang belajar mewarnai sepatu dengan airbrush.

Nah, pelatihan, training, seminar laundry diperlukan di sini. Tidak mungkin semua hal di atas dapat terpenuhi tanpa adanya sesi belajar.

Apalagi, bisnis ini telah menjadi bisnis yang menjamur di Indonesia. Tingkat persaingan yang tinggi membutuhkan skill yang cukup untuk bisa jadi pemenang.

Bergabung dengan komunitas, mengikuti seminar, berkumpul dengan sesama pengusaha laundry sudah menjadi hal yang lumrah dalam bisnis laundry di Indonesia.

Yang terjadi di kemudian hari, selain ilmu bertambah, ternyata sahabat juga bertambah. Ilmu yang didapat pun bukan hanya ilmu yang dipelajari selama seminar. Justru sesi pertemuan dan ramah tamah dengan sesama pengusaha laundry itulah yang akhirnya membongkar “rahasia” sukses dan “rahasia” gagal masing-masing peserta.

Dari sini, biasanya terbentuk hubungan emosional dengan sesama pengusaha lainnya. Akhirnya, yang awalnya adalah pesaing berubah menjadi mitra karena ternyata sesama pengusaha laundry dapat saling membantu dan menawarkan solusi.

Kompetisi berubah menjadi kolaborasi.

Jadi mengikuti seminar maupun pelatihan usaha laundry bukan semata-mata untuk mencari ilmu saja. Melainkan mendapat sahabat baru, silaturahmi, ilmu baru dan kolaborasi dengan sesama pengusaha.

Meski banyak juga yang skeptis terhadap adanya seminar atau pelatihan laundry. Dianggap hanya buang-buang waktu dan hanya mendapat selembar sertifikat.

Nah, berbicara tentang sertifikat, ternyata bermanfaat juga. Sejumlah pengusaha mengaku sertifikat pelatihan maupun sertifikat keikutsertaan dalam organisasi membuat pelanggan mereka bertambah yakin.

“Mereka lebih yakin karena dengan sertifikat yang terpasang, mereka tahu bahwa bisnis laundry saya merupakan bisnis  yang saya seriusi. Dari situ, pelanggan tambah yakin mencuci di tempat saya,” ujar seorang pengusaha laundry dari Payakumbuh.

Testimoni lain seputar pelatihan dan seminar laundry ada di gambar berikut.

Nah, jadi bagaimana? Mau ikut seminar laundry atau tidak?

Ikuti video menarik seputar bisnis laundry di Channel Majalah Laundry

Bagikan Sekarang!

Tidak menemukan yang Anda cari? Ketikkan kata kunci pencarian Anda di sini

Check Also

ini caranya agar masuk tv

Ini Caranya Agar UKM Masuk TV

Meskipun media sosial muncul menjadi primadona sebagai media iklan, namun TV masih terbilang tetap efektif ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares

Tips & Trik Bisnis Laundry GRATIS Langsung ke HP Anda.

Masukkan alamat email Anda, jadilah bagian dari komunitas eksklusif yang akan menerima email secara berkala seputar pengembangan bisnis laundry.