Home / Profil / Jemput Bola Pakai Gerobak ala Diany Tresna

Jemput Bola Pakai Gerobak ala Diany Tresna

Bagikan Sekarang!

Banyak cara dilakukan para pengusaha laundry untuk meningkatkan. Salah satunya adalah membuat gerobak display. Gerobak display adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan pelanggan. Selain itu, gerobak display juga cukup ampuh untuk memperkenalkan brand laundry ke khalayak ramai. Salah satu orang yang memanfaatkan gerobak display ini adalah Hj. Diany Tresna, pemilik Salwa Laundry Kiloan.

Salwa Laundry adalah salah satu saksi pertumbuhan bisnis laundry di Indonesia, terutama wilayah Jabodetabek. Laundry ini berdiri sejak tahun 2007. Salwa Laundry juga menjadi salah satu  perintis laundry kiloan di Tangerang. Pada saat awal berdiri, para pengusaha laundry masih setia dengan laundry satuan. “Saya termasuk orang pertama yang buka laundry dengan sistem kiloan,” kata Diany Tresna mengenang. Sistem tersebut banyak dipertanyakan seperti bagaimana menimbangnya, bagaimana memberi harganya dsb.

Pada awal berdiri, Salwa Laundry berada di sebuah gang di kawasan Pamulang, Tangerang  Selatan. Beruntung, Salwa Laundry dipercaya menghandle pakaian dari sebuah pondok pesantren dan rumah sakit. Berawal dari situlah kemudian Diany Tresna memberanikan diri untuk buka workshop di pinggir jalan pada tahun 2009. Namun kemudian yang terjadi adalah pondok pesantren dan rumah sakit tersebut mengundurkan diri dari kerjasama laundry dengan alasan mereka sudah memiliki peralatan laundry sendiri.

Diany Tresna tak mau tinggal diam, dia terus mencari akal agar omzet terus stabil sepeninggalan dua instansi tersebut. “Mengurangi karyawan, tidak mungkin. Menyewa ruko juga tidak mungkin. Lalu dapatlah ide membuat gerobak dan menyewa lahan di Alfamart,” kata Diany Tresna. Kemudian Diany merancang sebuah gerobak, setelah melakukan riset kecil-kecilan, terbentuklah sebuah gerobak dengan rangka besi dan menjadi tempat display sekaligus tempat penerimaan cucian. Harapannya, semakin banyak dikenal orang maka omzet-pun akan semakin membaik, setidaknya mampu menggantikan omzet dua instansi yang meninggalkannya.

Namun, ternyata tidak semua berjalan mulus, ibu dari Maulidina Ramadhani, Salwa Yustika Putri dan Haekal Alif Utama itu harus berkali-kali “mengupdate” desain gerobaknya agar tahan terhadap cuaca, aman dari terpaan hujan dan sebagainya. Diany juga tidak asal-asalan membuat gerobak. Dinding gerobaknya juga menggunakan panel aluminium atau ACP (Aluminium Composite Panel) sehingga menghasilkan konstruksi yang presisi dan desain yang menarik. Untuk mendapatkan sebuah show box display yang menarik, Diany bahkan sampai mengunjungi pabrik karoseri untuk berkonsultasi mengenai desain. Maklum, Diany adalah seorang arsitek, sementara sang suami H. Dadan Rusli, MT adalah konsultan manajemen konstruksi yang banyak mengawasi pengerjaan proyek jalan tol.

Pada awal berdiri, gerobak display milik Diany hanya menyumbang Rp. 2,5 juta/bulan. Kemudian setiap bulan terus merangkak naik. “Bulan kedua Rp. 6,5 juta, bulan ketiga Rp. 8,5 juta. Alhamdulillah,” kata Diany senang. Untuk biaya sewa lahannya, Diany cukup merogoh Rp. 750.000/bulan sedangkan gaji karyawan sekitar satu juta rupiah.

Kini, Salwa Laundry sudah memiliki 4 buah gerobak yang masing-masing bisa menyumbang omzet yang cukup besar. Semua penerimaan tersebut dikerjakan di tiga workshop Salwa Laundry di Pamulang dan BSD, Serpong, Tangerang. [anto]

Bagikan Sekarang!

Check Also

strategi marketing karangan bunga

Strategi Marketing dengan Karangan Bunga

Strategi marketing bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Berikut ini adalah cara-cara yang tak biasa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares