Home / Marketing / Ini Caranya Agar UKM Masuk TV

Ini Caranya Agar UKM Masuk TV

Bagikan Sekarang!

Meskipun media sosial muncul menjadi primadona sebagai media iklan, namun TV masih terbilang tetap efektif untuk menggapai konsumen. Setidaknya itulah yang ditemukan dalam sebuah studi oleh Turner Broadcasting dan Horizon Media bekerja sama dengan MarketShare. Studi dilakukan dengan menganalisa ribuan optimasi pemasaran oleh para pengiklan besar dari tahun 2009-2014.

Bagi UKM beriklan di TV tentu tak terjangkau karena biaya yang sangat besar. Tapi bukan tak mungkin bisnis UKM bisa diliput oleh sebuah stasiun TV. Selain branding, diliput oleh media TV berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen dan calon konsumen terhadap sebuah brand. Tentunya hal ini akan sangat membantu UKM mengembangkan bisnisnya.

Berikut lima tips yang bisa dipraktikkan UKM supaya mendapatkan liputan di TV

Mulailah dari lokal.

Pertama, sorotan kamera di stasiun TV lokal lebih intens daripada TV nasional. Ditambah, penonton TV lokal lebih suka mendengar narasumber dari daerah setempat daripada dari kota-kota besar lainnya. Ini adalah peluang bagus untuk memperkenalkan bisnis kita kepada konsumen lokal. Mulai dari yang lokal dengan harapan akan membuka peluang untuk branding ke ranah yang lebih luas.

Jadilah ahlinya

Buatlah daftar topik yang bisa memberikan wawasan kredibel tentang bidang bisnis yang digeluti. Jika bisnis UKM kita bergerak di pangan organik, tawarkan untuk memberikan komentar tentang apa itu pangan organik dan bagaimana mengidentifikasi pangan organik. Jika bisnis Anda adalah firma pengacara untuk UKM, tawarkan diri untuk memberikan layanan kepada bisnis lokal. Jangan meminta atau memaksa reporter untuk meliput bisnis Anda.

Ketahui siapa reporternya

Riset siapa reporter TV lokal yang sering meliput berita terkait bidang keahlian bisnis yang Anda geluti. Tidak sulit merisetnya, cukup dengan menonton siaran berita. Mulailah mengirimkannya email untuk memperkenalkan diri secara singkat termasuk pengalaman dan informasi kontak. Katakan bahwa Anda bersedia untuk menjawab pertanyaan lebih jauh, tapi cukup sampai di situ saja tak perlu mencerita informasi diri lebih jauh.

Pitching

Misalnya, sedang ada berita besar terkait industri bisnis yang Anda geluti – sebuah kasus kriminal, business merger, penemuan teknologi baru, dan lainnya – kontak kembali reporter tersebut. Sebutkan bagaimana keahlian Anda menjadikan Anda orang yang tepat untuk berkomentar tentang berita besar tersebut. Rangkum opini Anda dalam bentuku berita dan cantumkan informasi kontak. Lakukan cara ini setiap kali ada berita besar yang dirasa berkualitas untuk dikomentari.

Latihan

Ketika reporter menelpon atau mengirim email untuk wawancara, berlatihlah lebih dulu tentang apa yang akan Anda katakan di depan kamera. Berlatihlah untuk menjawab pertanyaan secara to the point dan ringkas. Jika jawaban Anda membutuhkan waktu lebih lama dari 12 detik, maka itu masih terlalu lama. Jika Anda pandai berbicara, mudah dihubungi dan memberikan wawasan yang dapat diandalkan, maka bukan tak mungkin reporter akan menggunakan Anda sebagai narasumber lagi.

Selamat mencoba!

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares