Home / Kolom / Kaya vs Mental Kaya

Kaya vs Mental Kaya

Bagikan Sekarang!

Siapa sih yang tidak mau jadi kaya? Hidup berkecukupan, semua kemewahan dalam genggaman. Semua keinginan bisa di-nyata-kan, semua mimpi bisa diwujudkan.

Tapi, apa yang dimaksud kaya? Kita boleh jadi akan memaknakan secara tidak sama. Tapi secara umum, kaya diartikan secara kepemilikan materi, uang melimpah, mobil mewah plus rumah yang megah. Iya kan? J

Buat saya pribadi, kaya itu bukan sekedar materi. Kaya itu adalah sebuah sikap mental. Kaya bukan sekedar jumlah tapi mental.

Ya, bermental kaya bagi saya lebih penting dari kaya itu sendiri.

Kaya bukan hanya sebatas jumlah materi yang kita miliki, namun bermental kaya adalah pola pikir yang membuat saya kaya dalam situasi dan kondisi apapun, tanpa harus melihat berapa materi yang saya punya.

Bermental kaya, saya definisikan sebagai sikap dan perilaku. Menabung, bersedekah dan juga melatih sikap untuk berinvestasi dalam sebuah bisnis adalah sikap mental kaya.

Boleh jadi, orang yang kaya harta berlebih dalam materi. Namun belum tentu mereka punya kebiasaan menabung, kebiasaan bersedekah maupun berinvestasi. Kekayaan yang mereka miliki sepertinya lebih pada membiayai gaya hidup. Tidak salah juga sih, toh mereka mampu.

Bagi saya, mengedepankan rasa syukur adalah salah satu bentuk menikmati kekayaan. Saat ada uang Rp. 100rb di dalam dompet, maka saya bisa bersedekah, menabung dan mencukupi beberapa kebutuhan hidup. Di saat inilah saya merasa kaya. Saat saya bisa berbagi dengan sesama, di saat itulah saya merasa kaya.

Tidak peduli berapapun uang yang anda miliki saat ini, anda tetaplah orang kaya, disaat anda mau berbagi dengan sesama. Anda kaya dan akan kaya dengan sedekah yang anda keluarkan untuk membahagiakan sesama.

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki saat ini. Rasa syukur itu yang membuat kita tetap menjadi kaya di segala situasi.

Kaya dan kekayaan bukan sekedar jumlah, namun ini tentang sikap mental kita sebagai manusia. Mereka yang mampu selalu bersyukur adalah orang-orang kaya yang sebenarnya.

Selamat mencuci, selamat menjemput rejeki.

Oleh: Noni Irawan

Penulis adalah owner Nona Noni Laundry Bandung

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares