Home / Profil / Ketty Murtya Memilih Meneruskan Bisnis Ortu

Ketty Murtya Memilih Meneruskan Bisnis Ortu

Bagikan Sekarang!

Tak banyak anak muda yang mau meneruskan bisnis milik orang tua. Kebanyakan anak muda saat ini lebih memilih “jalan lain” dengan mengambil disiplin ilmu yang ia sukai lalu berbisnis sendiri dan tidak melanjutkan bisnis milik orang tua. Praktis, bisnis milik orang tua dilanjutkan oleh staff atau karyawan yang memulai dari karir dan mencapai pucuk pimpinan. Saat pemilik awal sudah mulai memasuki masa pensiun, anak hanyalah nama di susunan direksi tanpa terjun sendiri berkiprah melanjutkan perjuangan orang tua.

Berbeda dengan wanita satu ini. Ketty Murtya, wanita kelahiran 2 September 1992 ini lebih memilih bergabung dengan bisnis milik orang tua. Ketty adalah salah satu dari generasi penerus UD Maryono Group, produsen peralatan laundry merek Maomoto yang berpusat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ketty kini mengelola salah satu toko dengan nama Sumber Rejeki. Toko tersebut merupakan salah satu cabang dari Toko Maryono Group dan masih berada di kawasan Pasar Tanah Abang. Toko Sumber Rejeki juga menjual aneka mesin jahit, spare part mesin jahit, setrika uap lengkap dengan suku cadangnya serta aneka mesin laundry merek Maomoto.

Kenapa memilih melanjutkan bisnis orang tua? “Karena saya merasa tertantang untuk melanjutkan bisnis ini. Menurut saya, mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang sudah jalan itu lebih sulit daripada memulai bisnis baru,” ujar Ketty saat wawancara dengan Tabloid Laundry.

Bisnis yang ia geluti juga memberikan pengalaman yang cukup baik baginya. Menurutnya, strategi dan manajemen bisnis yang ia jalani tidak diajarkan di bangku pendidikan formal yang ia tempuh. “Menjaga hubungan bisnis yang baik dengan kolega dan konsumen itu merupakan sebuah seni dalam berbisnis,” ujar Ketty. Bukan hanya itu, Ketty juga menambahkan dengan berbisnis ia bisa belajar menjaga keadilan antara perusahaan dan karyawan.

Meskipun dihadapkan pada tingkat persaingan yang cukup ketat, namun Ketty tetap bersyukur dan menjaga kualitas produk serta layanan. Bukan tanpa sebab, hal itu ia lakukan karena ia sepenuhnya sadar bahwa metode testimony viral antar pelanggan sangatlah penting. Artinya, jika seorang pelanggan merasa puas, ia akan bercerita dengan yang lain, lalu pelanggan baru akan datang. Itulah cara promosi yang paling mudah dan murah. Meski terkadang, dalam menjalankan bisnisnya, penggemar film dan novel itu kerap terjadi konflik antara diri pribadi, konsumen, pegawai maupun pasar secara keseluruhan. Tetapi ia selalu bisa mengatasinya.

Ke depan, gadis yang doyan makan kerang hijau saos padang, martabak keju susu dan ayam goreng ini akan terus berupaya meningkatkan mutu layanan, serta menjaring reseller sebanyak mungkin. Baginya, semakin banyak reseller maka peluang untuk bisa melakukan penetrasi pasar akan terbuka lebar. [anto]

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares