Home / Profil / Mengenal Anshori Rahman, Pemilik Sofia Laundry Jakarta – Bogor

Mengenal Anshori Rahman, Pemilik Sofia Laundry Jakarta – Bogor

Bagikan Sekarang!

Mengelola usaha dan mempercayakan operasionalnya kepada karyawan haruslah disertai dengan kepercayaan. Karyawan juga harus bisa menjaga kepercayaan dan layak untuk dipercaya. Salah satunya adalah dengan rutin mengadakan briefing secara berkala baik bulanan maupun mingguan.

                Hal tersebutlah yang diterapkan oleh Anshori Rahman, pemilik Sofia Laundry. Sudah sejak awal Anshori menerapkan sistem kepercayaan kepada karyawan terutama bagi Supervisor yang bertanggungjawab di setiap outletnya.

                “Saat ini ada lima outlet, masing-masing outlet dipimpin oleh Supervisor yang merangkap bagian Administrasi dan kasir. Supervisor juga harus bisa menangani pekerjaan apa saja di outlet tersebut,” ujar Anshori dalam kesempatan berbincang dengan Tabloid Laundry.

                Untuk bisa menjadi Supervisor, lanjut Anshori, seorang karyawan haruslah memenuhi kriteria. Salah satunya adalah minimal bekerja selama satu tahun. Secara berkala, Anshori juga melakukan briefing baik kepada seluruh karyawan maupun kepada Supervisor.

                “Briefing itu sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini setiap karyawan,” kata Anshori. Menurutnya, dengan dilakukan briefing, ia akan mengetahui berbagai persoalan, permasalahan, keluhan, progress dan apa saja yang terjadi di setiap outlet, termasuk kondisi karyawan secara pribadi maupun keadaan keluarganya. Ia juga memastikan hak setiap karyawan terpenuhi tanpa kecuali.

                Selain itu, meski masih menerapkan pencatatan nota secara manual menggunakan numerator,  Anshori rutin melakukan pengawasan. Ia akan memantau jumlah order harian, laporan transaksi harian maupun rekapitulasi bulanan.

                Suami dari Maya Octavianty ini juga memberikan beberapa tips dalam mengelola usaha laundrynya. “Ditengah menjamurnya bisnis laundry dan persaingan usaha yang semakin ketat, satu-satunya cara untuk bertahan adalah hanya dengan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya bersemangat.

Employee Gathering Sofia Laundry

                Selain kualitas layanan, pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi hal yang sangat penting bagi Anshori. Bisnis laundry akan terasa lebih mudah apabila memiliki karyawan yang loyal dan terampil. Disini owner berperan dalam mentransfer ilmunya sekaligus menjadi motivator untuk karyawan. Owner juga harus cukup bijak dalam mensejahterakan karyawan. Karena karyawan adalah bagian dari investasi yang harus dimaintenance.

                “Setiap pengusaha laundry harus tahu segmen pasarnya, ini yang akan menentukan kebutuhan penunjangnya, seperti kebutuhan chemical dan peralatan serta perlengkapan,” kata Anshori. Iapun menambahkan, efisiensi sangat diperlukan untuk mencapai profit yang tinggi. Tapi hal itu bukan berarti mengesampingkan kualitas serta pemakaian chemical  dan peralatan yang standar alias ala kadarnya. “Harus ada nilai tambah dan faktor pembeda untuk bisa bersaing ditengah pasar yang semakin sempit,” imbuhnya.

salah satu outlet Sofia Laundry

Ketika pertama memulai usaha laundry, Anshori Rahman juga pernah mengalami masa di mana sepulang kerja kantoran, ia harus rela ke workshop dan menyelesaikan pekerjaan cucian di laundry. Hal tersebut ia lakukan guna memastikan layanan di laundrynya menjalankan standar yang ia terapkan.

                Namun, kini ayah dari Ghania Alifa Ranggani (3,7 th) dan Ghaisan Altamis Ibrahim (7 bln) tersebut total hanya mengelola laundry. Ia hanya ingin fokus pada bisnis ini untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Selain itu, ia juga sudah tidak tertarik lagi bekerja kantoran di tempat lain.

                “Memang begini yang saya inginkan. Saya bisa mengelola usaha sambil tetap berkumpul dengan keluarga,” ujarnya bangga. Ia juga ingin melihat perkembangan kedua anaknya dari waktu ke waktu. Meskipun ia mengakui, bisnis yang ia jalankan sekarang tidaklah segaris dengan disiplin ilmu yang ia tempuh di meja kuliah.

                Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta ini awalnya juga tak menyangka akan berkembang di dunia laundry. Namun kini ia mengaku menikmati bisnis tersebut dan ingin mengembangkannya lebih luas lagi.

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares