Home / Profil / Mengenal Vina, Pemilik Pelangi Laundry Kuala Kapuas

Mengenal Vina, Pemilik Pelangi Laundry Kuala Kapuas

Bagikan Sekarang!

Motivasi dalam mendirikan sebuah usaha bisa bermacam-macam. Meski paling mendasar adalah motif ekonomi, tetapi pada perjalanannya tak sedikit pengusaha yang mempertahankan bisnisnya demi sesuatu yang eksternal alias demi orang lain. Salah satunya adalah Edvina, pemilik Pelangi Laundry Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Perempuan yang biasa disapa Vina ini memiliki motivasi untuk membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya melalui usaha laundry yang dirintisnya.

                Motivasi Vina tidaklah berlebihan. Perempuan berrambut pendek ini masih terus mencari celah untuk bisa mengembangkan usaha laundrynya, bahkan ia bermimpi bisa membuka cabang lagi. “Dulu saya sudah pernah buka cabang di Palangkaraya, tetapi dibeli sama saudara. Jadi diteruskan oleh saudara,” kata Vina.

                Pelangi Laundry milik Vina melayani laundry kiloan, karpet, sofa dan kursi perkantoran. Dengan sebuah mesin spinner karpet, Vina bisa mendapatkan order cuci karpet lebih banyak. Demi meningkatkan volume order, Vina bekerjasama dengan agen-agen. Setidaknya ada lima agen yang bekerjasama dengannya. “Agen-agen tersebut mengirimkan order cuci satuan dan cuci karpet,” ujarnya.

                Vina mengawali bisnis laundry sejak tiga tahun lalu. Meski bukan dari keluarga pengusaha, naluri entrepreneurship Vina terus tumbuh. “Saya dari keluarga birokrat dan saya memulai bisnis laundry dari berbagai pelatihan-pelatihan yang saya ikuti,” ujar Vina mengenang.

                Bahkan demi menimba ilmu di bidang laundry, Vina harus terbang ke Pulau Jawa dan berguru dengan beberapa pakar laundry, salah satunya adalah di produsen Rug Speed yang ada di Kota Tegal. “Bahkan saya sampai rela menjadi karyawan Rug Speed selama sehari di Tegal,” candanya. Itu semua dilakukannya untuk mempersiapkan diri dalam memulai bisnis laundry.

                Dengan dibantu 10 orang karyawan, perempuan yang bekerja sebagai Penyuluh Kesehatan di RSUD dr. H Soemarno Sosroatmojo, Kuala Kapuas itu terus berupaya mengembangkan kualitas layanan. Demi mendapatkan recharge energi dan ilmu baru, Vina mengaku terus belajar.

                Nalurinya sebagai pengusaha memang terus terbakar. “Banyak sekali orang datang ke laundry saya untuk melamar kerja, tapi karena terbatas tempatnya saya tolak. Nah, di situlah justru saya terdorong terus untuk berkembang, sehingga tidak banyak lagi warga sekitar saya yang menganggur,” harap Vina.

                Menurut Vina, anak-anak muda harus disediakan lapangan pekerjaan, karena hal tersebut sangatlah dasar bagi kebutuhan hidup manusia. Selain itu, dengan tersedianya lahan pekerjaan, akan mengurangi dampak sosial dari pengangguran termasuk munculnya kejahatan. “Karena pada dasarnya itu semua adalah urusan perut. Kalau perut tenang, semua akan stabil,” selorohnya.

                Lalu apa syarat menjadi karyawan Pelangi Laundry? “Yang penting tidak merokok,” jawabnya singkat. Tapi Vina juga menambahkan, syarat menjadi karyawannya adalah jujur, mau bekerja dengan benar, mau belajar dan bisa diajak bekerjasama.

                Untuk perlindungan kepada karyawan, Vina berencana melindungi karyawan dengan program asuransi. Ia berpendapat, dengan asuransi karyawan akan bekerja dengan tenang dan tempat usaha yang ia kelola dapat menjadi tempat kerja yang aman, nyaman dan menjanjikan.

                Namun ia tak mengelak jika hal itu butuh perjuangan dan pasti ada rintangannya. Ia yakin, dengan pertolongan Tuhan semua harapannya akan terwujud.

                Saat ini, Vina sedang menjajaki kerjasama dengan sebuah bisnis franchise home cleaning. Bisnis home cleaning yang sedang marak menjadikan Vina cukup tertantang karena peluang usaha di bidang tersebut cukup baik. Namun Vina belum berani memutuskan untuk mengambil atau tidak paket franchise tersebut.

                Ketika ditanya mengenai sisi kompetisi dengan outlet lain, Vina punya jawaban yang cukup diplomatis. Pertama, sesama pelaku usaha laundry kiloan jangan menganggap sebagai musuh, tetapi rekan kerja. “Jangan merasa senang kalau pelanggan outlet lain lari ke tempat kita dan outlet lain gulung tikar,” katanya.

                Hal kedua yang tak kalah pentingnya menurut Vina, adanya kesepakatan mengenai harga di setiap wilayah. Dengan adanya penyesuaian harga di masing-masing wilayah, kesejahteraan serta tingkat kompetisi menjadi lebih sehat, usaha juga semakin membaik.

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares