mesin cuci rakitan arematech banner

Pria di Ponorogo Ini Ubah Mesin Cuci Bekas Jadi Uang

MAJALAHLAUNDRY.COM. Peluang usaha sebenarnya ada di mana-mana. Hanya saja terkadang orang tidak jeli dalam melihat peluang, atau memang tidak tertarik berbisnis. Bagi yang jeli melihat peluang bisnis, barang bekas bisa dijadikan sumber pendapatan. Seperti pria satu ini, merubah mesin cuci jadi sumber pendapatan.

Namanya Suprayitno, pria asal Malang yang tinggal di Ponorogo ini berbisnis dari mesin cuci bekas. Mesin cuci bekas yang sudah jadi rongsokan, disulap menjadi mesin cuci serbaguna.

Prayitno, nama panggilannya, merubah mesin cuci bukaan atas (top loading) berkapasitas besar menjadi spinner karpet.

Karpet yang sudah dicuci lalu digulung dan dilipat menjadi dua lalu dimasukkan ke dalam tabung mesin cuci rakitan ulang tersebut. Dengan memilih mode spin, mesin itu memutar karpet dengan putaran tinggi sehingga karpet bisa tuntas, siap untuk dijemur.

“Karpet bisa 90-95% kering,” kata Prayitno ketika ditemui di bengkelnya di Jalan Kamukten No. 18, Karangan, Balong, Ponorogo.

Selain untuk memeras karpet, pada prinsipnya mesin cuci rakitan ulang Prayitno itu berfungsi juga sebagai mesin cuci, cukup memilih mode cuci.

Mesin cuci yang ia pakai rata-rata kerkapasitas 14kg dari berbagai merek. Setelah ia bongkar, mesin itu kemudian dirakit ulang dengan rangka yang terbuat dari besi.

Sesekali ia mengganti komponen seperti motor dan gearbox jika memang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki. “Tabung mesin cuci rata-rata kondisinya masih cukup baik,” ujarnya.

Untuk mendapatkan mesin cuci bekas ia mengaku bekerjasama dengan jaringan pengepul rosok di berbagai kota di Indonesia.

Keahliannya mengutak-atik mesin cuci didapat ketika ia menjadi teknisi mesin cuci di Jakarta.  “Saya dulu teknisi mesin cuci di Jakarta, sering dapat komponen dari pengepul rongsokan, jadi masih punya kenalan banyak pengepul rongsok,” kata Prayitno.

Pria lulusan STM ini mengaku, kesulitan terbesarnya adalah mencari bahan. Ia mengaku, tak jarang harus menghubungi sejumlah mitranya di luar Jawa untuk mengumpulkan mesin-mesin cuci bekas tersebut.

Suasana bengkel Arema Tech Ponorogo

Lalu, bagaimana awalnya ia terjun ke bisnis rekondisi mesin cuci tersebut?

“Dulu awalnya iseng aja, lihat ada mesin cuci bekas di tukang rongsok, coba saya beli siapa tahu bisa digunakan lagi di laundry saya. Saya utak-atik. Tadinya masih pakai bodi mesinnya. Trus saya coba bongkar dan saya ganti dengan rangka besi, ternyata bisa dan tidak ada masalah,” katanya.

Setelah itu bapak dua anak ini mengaku sesekali memposting hasil karyanya itu ke media sosial Facebook. “Saya posting di grup-grup komunitas laundry, niatnya hanya sharing aja. Tapi kok malah ada yang pesan, lalu saya buatkan dan sampai sekarang Alhamdulillah sudah berjalan 5 tahun,” imbuhnya.

Selama 5 tahun berjalan, sedikitnya Prayitno teleh memproduksi 3000-an unit mesin cuci rakitan ulang tersebut. Dibantu 3 orang karyawannya, Prayitno bisa memproduksi rata-rata 50 unit perbulan.

Untuk mendukung penjualannya, Prayitno juga memberdayakan pelanggannya untuk menjadi reseller. Kini resellernya tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Pengiriman mesin cuci rakitan Arema Tech Ponorogo

Mulai Impor Spare Part

Untuk memenuhi kebutuhan spare part, Prayitno mulai mencoba mendatangkan sendiri komponen dari luar negeri. Dibantu temannya yang sudah lebih dulu mengimpor mesin laundry, Prayitno sedang mempersiapkan untuk mengimpor komponen seperti tabung, gearbox dan motor mesin cuci.

“Tidak hanya 14kg, nantinya aka nada yang ukuran 27kg,” tandasnya.

Usaha rumahan itu juga telah mulai ia daftarkan dengan nama CV. Arema Tech Ponorogo. Ia sudah mantap membesarkan usaha tersebut agar bisa memberi manfaat kepada lebih banyak orang. (AW)

Diambil dari UKM Bangkit

Ikuti video menarik seputar bisnis laundry di Channel Majalah Laundry

Check Also

agus triono kumala laundry

Agus Triono, Pemilik Kumala Laundry dengan Puluhan Cabang

Awalnya hanya main-main, kini omzetnya meningkat bukan main. Itulah gambaran yang kami peroleh ketika mengobrol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips & Trik Bisnis Laundry GRATIS Langsung ke HP Anda.

Masukkan alamat email Anda, jadilah bagian dari komunitas eksklusif yang akan menerima email secara berkala seputar pengembangan bisnis laundry.