Home / Serba Serbi / Rumah Tusuk Sate, Antara Mitos dan Peluang

Rumah Tusuk Sate, Antara Mitos dan Peluang

Bagikan Sekarang!

Beberapa waktu yang lalu ada seorang bertanya mengenai rumah tusuk sate, apakah baik untuk dijadikan tempat usaha atau tidak. Hal tersebut menjadi pertanyaan penting karena beberapa mitos menyebutkan rumah tusuk sate itu tidak baik utnuk dihuni karena bisa mendatangkan marabahaya, susah rejeki, tidak akur dan sebagainya. Namun, benarkah rumah tusuk sate seperti itu? Kita bahas yuk!

Rumah tusuk sate adalah rumah yang berada tepat di ujung pertigaan dan menghadap ke jalan sehingga posisi rumah tersebut persis di titik yang membentuk huruf “T” jalan di depannya. Banyak yang memiliki keyakinan rumah tusuk sate itu tidak baik untuk ditinggali. Misal, ada yang menyebut rumah tersebut mendatangkan pertengkaran anatara suami istri yang menghuni, suasana rumah tangga terus-terusan panas, rejeki seret dan tidak direkomendasikan untuk dijadikan tempat usaha.

Seperti biasa, mitos yang dihembuskan oleh orang tua jaman dahulu selalu memiliki pesan, tetapi pesan itu “disembunyikan” sehingga siapapun yang mendengarkan mitos itu harus menterjemahkan sendiri-sendiri dengan logika. Saat logika itu tidak digunakan, jadilah mitos dan salah kaprah dalam penerjemahannya.

Ada banyak mitos yang sering kita dengar dari orang tua. Misal, “jangan berdiri di pintu, nanti kamu sulit jodoh”, padahal yang benar adalah berdiri di pintu akan membuat orang lain kesulitan masuk. Ada lagi mitos, “jangan makan brutu, nanti kami jadi bodoh”, padahal yang benar adalah anak-anak jangan makan brutu, karena brutu itu mengandung lemak yang sangat nikmat, sehingga orang tua kita ingin memakannya, lalu kita ditakut-takuti. Brutu adalah daging di bagian ekor dari ayam, biasanya ada segumpal lemak di dalam simpul brutu tersebut, rasanya cukup enak.

Nah, mitos yang berkembang untuk rumah tusuk sate juga bermacam-macam. Lalu, apa fakta di balik rumah tusuk sate? Apa saja plus dan minusnya?

Sebenarnya, semua yang ada di bumi ini juga memiliki resiko. Rumah tusuk sate juga memiliki resiko Tetapi resiko bagi rumah tusuk sate memang beda. Contoh, posisi rumah yang menghadap langsung ke jalan memiliki potensi tinggi untuk diterobos atau tertabrak kendaraan yang pengemudinya lalai.

Resiko lain, udara bebas dan debu mudah masuk karena minimnya penghalang di depan rumah. Udara dari jalan yang lurus menuju rumah tusuk sate bisa lebih besar dari yang lain. Jadi bagi kesehatan dan kebersihan memang sedikit beresiko karena debu lebih mudah masuk. Sorot lampu kendaraan di malam hari dari arah yang menghadap ke rumah juga cukup menyilaukan.

Resiko-resiko tersebut adalah terjemahan dari mitos yang berkembang. Dan biasanya karena hal-hal tersebut, harga rumah tusuk sate cenderung lebih murah karena sulit laku. Baik dibeli maupun disewa, rumah tusuk sate memiliki harga yang relatif lebih murah. Bagi seorang pengusaha, kondisi tersebut sangat menguntungkan, artinya jika mau sewa rumah tusuk sate untuk dijadikan tempat usaha, biaya sewa tempatnya jadi lebih murah.

Keuntungan lain adalah, posisi rumah tusuk sate bisa dilihat dari tiga arah. Ini sangat menguntungkan, saat kita pasang papan reklame atau papan nama, outlet kita bisa dilihat dari berbagai sudut. Dari sisi ilmu  marketing ini sangat menguntungkan.

Lalu bagaimana mensiasati resiko-resiko yang disebutkan di atas? Ada banyak cara. Untuk mensiasati resiko diterobos oleh kendaraan yang lalai, bisa dipasang pagar yang kuat. Kalau berada dalam perumahan, memberi tanaman pagar bambu bisa sangat membantu. Rumpun bambu cukup kuat untuk menahan terjangan dari resiko mobil nyelonong. Selain itu, rumpun bambu kuning juga cukup baik untuk menyaring udara dari debu yang bertebaran.

Anda juga bisa memasang kaca cermin di depan rumah. Kaca cermin berfungsi sebagai peringatan bagi kendaraan yang menyalakan lampu terlalu terang atau posisi dim. Posisi pintu rumah juga bisa dirubah menjadi posisi menghadap ke kiri atau ke kanan supaya tidak berhadapan langsung dengan jalan, sehingga resiko debu masuk bebas bisa dikurangi.

Nah, itulah sekilas tentang rumah tusuk sate. Mau dijadikan tempat usaha, menjadi maju atau tidaknya tergantung dari mindset dan pola pikir Anda sebagai pengusaha. Tidak ada tempat yang tidak mempunyai resiko. Dan tidak ada penjelasan di kitab manapun mengenai larangan atau himbauan untuk tidak berupaya di rumah dengan posisi tusuk sate. Wallahu a’lam.

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares